Zikir Akbar Nasional, Peran Tarekat Menjaga Perdamaian Umat

Senin, 24/11/2025 - 11:21
Menag Nasaruddin Umar

Menag Nasaruddin Umar

Klikwarta.com, Medan - Menteri Agama Nasaruddin Umar menghadiri dan memberikan sambutan pada Zikir Akbar Nasional Perkumpulan Pengajian Ilmu Tasawuf Tarekat Naqsyabandiyah Indonesia (PPITTNI) di Medan, Sumatera Utara. Kegiatan ini diikuti lebih dari 1.200 peserta dari berbagai wilayah Indonesia.

Hadir pula Tuanku Sri Paduka Sultan Mahmud Arya Lamantjiji Perkasa Alamsyah, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution, para ulama, serta jajaran pejabat pemerintah daerah dan pusat.

Pada kesempatan tersebut, Menag juga menandatangani prasasti Pembangunan Gedung Pengajian dan Gedung Suluk Internasional PPITTNI di Bengkulu, sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap penguatan pusat-pusat pengembangan tasawuf di Indonesia.

Menag menegaskan bahwa tarekat memiliki sejarah panjang sebagai kekuatan moral yang menenangkan kehidupan umat. 

“Sebagaimana kita tahu, Tarekat Naqsabandiyah telah berkembang sejak abad ke-13. Dan sepanjang sejarah, tokoh-tokoh tarekat tidak pernah menjadi sumber keresahan. Para pemimpin dan jamaah tarekat justru selalu menjadi teladan dalam mendukung pemerintahan di mana pun ia berada,” ujar Menag, Minggu (23/11/2025).

.

Menag menjelaskan bahwa zikir dalam tradisi Naqsabandiyah memiliki makna filosofis dan kedalaman spiritual yang kuat. “Dalam kitab-kitab asli Syekh Bahauddin Naqsyaband, zikir La ilaha illallah dilakukan dengan teknik pernapasan dan gerakan lembut ke atas, ke kanan, dan ke kiri menjadi simbol pembersihan diri dan pembentukan perisai batin,” jelas Menag.

Ia lalu menekankan tiga pilar inti dalam tradisi tasawuf Naqsyabandiyah: takhalli (pembersihan diri), tahalli (menghias jiwa dengan kalimat suci), dan tajalli (menampakkan diri yang selalu tertuju kepada Allah SWT). 

“Pengikut Naqsabandiyah itu pikirannya lurus, jiwanya lembut. Tradisinya adalah tawaduk. Tidak boleh sombong, sekalipun ia khalifah atau mursyid,” tutur Menag.

Menag mengajak seluruh jamaah untuk terus menyebarkan nilai-nilai tasawuf, terutama di Sumatera Utara yang tengah menghadapi tantangan serius terkait narkoba dan kriminalitas. 

“Jika tasawuf ini tumbuh kuat di Sumut, jangankan karena narkoba, preman pun bisa sadar,” ungkapnya.

Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution yang turut hadir, sejalan dengan pandangan Menag. “Saya berharap Tarekat Naqsabandiyah dapat menjadi media pembinaan bagi anak-anak muda Sumut, agar tidak terjerumus pada narkoba. Ini sangat penting untuk menurunkan statistik pengguna narkoba yang masih tinggi,” kata Bobby.

Pengasuh Tertinggi PPITTNI, Buya Syekh Muhammad Ali Idris, mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan zikir sebagai wujud bakti kepada bangsa. 

“Wajib bagi kita terus mendoakan kebaikan bangsa dan negara. Ini bakti kita sebagai anak bangsa, menghargai jasa para pahlawan,” ungkap Buya.

Ia juga menekankan pentingnya penghayatan terhadap Pancasila sebagai pondasi kebangsaan. “Dalam Zikir Akbar Nasional ini, kita memohon agar seluruh rakyat Indonesia mampu menghayati dan mengamalkan Pancasila. Dengan Pancasila, kita membangun negeri ini menuju Indonesia Emas. Gotong royong adalah jati diri bangsa ini sejak sebelum merdeka,” jelasnya.

(Kontributor: Arif)

Berita Terkait