Kemendikdasmen Perkuat Pendidikan Karakter Murid SNT melalui Pramuka dan Pencak Silat

Jumat, 09/10/2026 - 10:56
Kemendikdasmen Perkuat Pendidikan Karakter Murid SNT melalui Pramuka dan Pencak Silat

Kemendikdasmen Perkuat Pendidikan Karakter Murid SNT melalui Pramuka dan Pencak Silat

Klikwarta.com, Tangerang - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memperkuat pendidikan karakter di 17 Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) melalui pengembangan kegiatan ekstrakurikuler Pramuka dan pencak silat. Penguatan tersebut dilakukan dengan menyiapkan 102 pembina dan pelatih melalui Kursus Pengelola Gugus Depan dan Penataran Pelatih Pencak Silat Nasional yang diselenggarakan di Tangerang, Banten.

Kolaborasi dengan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka dan Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan pendidikan yang tidak hanya mengembangkan kemampuan akademik, tetapi juga membentuk karakter, kepemimpinan, kedisiplinan, serta ketangguhan fisik dan mental murid.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa SNT diarahkan untuk membentuk generasi Indonesia yang unggul secara intelektual, berkarakter kuat, serta memiliki keseimbangan jasmani dan rohani.

“Bagaimana agar lembaga pendidikan khususnya sekolah-sekolah unggul ini memang tidak hanya mencetak generasi yang unggul secara intelektual, tapi juga harus anggun secara moral dan memiliki fisik dan jasmani serta rohani yang kuat,” ujar Mendikdasmen, Rabu (7/10).

Menurutnya, pendidikan karakter perlu dikembangkan secara menyeluruh melalui olah pikir, olah hati, olah rasa, dan olahraga. Kegiatan Pramuka dan pencak silat menjadi sarana untuk menanamkan nilai-nilai tersebut melalui pengalaman belajar yang nyata.

Pencak silat, misalnya, tidak hanya mengajarkan keterampilan bela diri, tetapi juga pengendalian diri, ketahanan mental, dan pembentukan kepribadian. Sementara itu, Pramuka mengembangkan kemandirian, kepemimpinan, kerja sama, serta kepedulian sosial. “Kami memiliki prinsip bahwa mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua itu tidak dapat kita lakukan tanpa dukungan dan partisipasi semesta,” ujarnya.

Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Budi Waseso, menyampaikan bahwa gugus depan memiliki peran penting sebagai tempat berlangsungnya pendidikan kepramukaan secara berkesinambungan.

“Di sanalah peserta didik kita belajar tentang arti kedisiplinan, tanggung jawab, kemandirian, kepemimpinan, kerja sama, kepedulian sosial, serta rasa cinta terhadap tanah air,” ucapnya.

Menurut Budi, pendidikan formal dan kepramukaan harus saling melengkapi. Melalui integrasi kegiatan Pramuka di SNT, gugus depan diharapkan dapat berkembang menjadi wadah pembinaan karakter yang unggul dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal PB IPSI, Abdul Karim Aljufri, menyatakan dukungannya terhadap pengembangan pencak silat di lingkungan sekolah. Ia menilai pencak silat memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai kedisiplinan, keberanian, sportivitas, pengendalian diri, serta kecintaan terhadap warisan budaya bangsa.

Abdul Karim juga menyampaikan kesiapan IPSI untuk bekerja sama dalam meningkatkan kualitas pelatih dan mengembangkan pembelajaran pencak silat di sekolah. Penguatan kompetensi pelatih diharapkan dapat mendukung pembinaan pencak silat secara berkelanjutan, baik untuk pengembangan karakter maupun potensi prestasi murid.

Selanjutnya, Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal, Gogot Suharwoto, menyampaikan bahwa 17 SNT yang mulai beroperasi sejak Agustus 2026 telah menempatkan Pramuka dan pencak silat sebagai bagian dari kegiatan ekstrakurikuler wajib. Untuk mendukung pelaksanaannya, Kemendikdasmen telah menetapkan 102 orang melalui proses seleksi guna mendukung pembinaan Pramuka dan pelatihan pencak silat di 17 SNT.

Ia menegaskan bahwa pembekalan ini harus menghasilkan tindak lanjut nyata di masing-masing sekolah, sehingga kegiatan ekstrakurikuler menjadi bagian yang terintegrasi dengan proses pendidikan dan pembentukan karakter murid. “Selain membangun karakter, kami berharap pembinaan yang terstruktur dapat membuka kesempatan bagi murid untuk mengembangkan bakat dan meraih prestasi, termasuk dalam pencak silat,” ucap Dirjen Gogot.

Melalui kolaborasi ini, pengembangan ekstrakurikuler di SNT diharapkan tidak berhenti pada kegiatan rutin sekolah, tetapi menjadi bagian dari pengalaman belajar yang bermakna. Dengan demikian, murid SNT memperoleh kesempatan untuk tumbuh menjadi generasi yang cerdas, mandiri, tangguh, berkarakter, serta memiliki kepedulian terhadap sesama dan kecintaan terhadap bangsa. (**) 

Berita Terkait