Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) mendukung penuh gelaran Jakarta Dessert Week (JDW) 2026
Klikwarta.com, Jakarta - Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) mendukung penuh gelaran Jakarta Dessert Week (JDW) 2026 yang tahun ini mengangkat tema musik dangdut. Langkah ini menjadi strategi konkret pemerintah untuk menyinergikan subsektor kuliner dan musik guna mengakselerasi pertumbuhan ekonomi nasional serta memperkuat daya saing ekosistem kreatif di kancah global.
"Industri kuliner nasional tidak dapat berdiri sendiri tanpa adanya keterikatan dengan ekosistem subsektor kreatif lainnya. Ketika berbagai disiplin kreatif tersebut saling berkolaborasi dan berinteraksi secara harmonis, di situlah lahir sebuah pengalaman budaya baru yang jauh lebih kaya sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi para pelaku industri kreatif," ujar Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya.
Sinergi ini mempertemukan dua subsektor strategis, yakni subsektor musik dengan nilai investasi Rp5,14 triliun (kontribusi 0,54%) dan subsektor kuliner dengan capaian investasi sebesar Rp29,57 triliun (kontribusi 41,06%). Berdasarkan data proyeksi pertumbuhan ekonomi kreatif dari Kementerian Ekraf, integrasi lintas sektor ini diyakini menciptakan efek domino yang kuat untuk memperluas penetrasi pasar kedua industri sekaligus memeratakan pertumbuhan ekonomi.
Jakarta Dessert Week hadir sebagai festival dessert terbesar di Indonesia yang tahun ini secara berani mengangkat genre musik dangdut sebagai tema utama. Pemilihan tema unik ini merujuk pada identitas dangdut yang bukan sekadar musik populer, melainkan simbol budaya inklusif yang dinamis dan mampu menyatukan berbagai lapisan masyarakat lintas generasi.
"Melalui tema dangdut yang diusung tahun ini, kami mengajak para _pastry chef_, _dessert artisan_, hingga pelaku industri makanan untuk menerjemahkan semangat musik populer tersebut ke dalam karya kuliner yang ekspresif. Kolaborasi seni ini sekaligus memperkuat posisi budaya lokal sebagai instrumen soft power bangsa yang efektif di panggung dunia," jelas Menteri Ekraf.
Festival berskala kota ini dijadwalkan berlangsung mulai 24 Agustus hingga 13 September 2026 sebagai bagian resmi dari ekosistem Kharisma Event Nusantara (KEN). Agenda utama perayaan ini siap menghadirkan empat program pilar, meliputi Industry and Media Gathering, City Takeover di puluhan titik kafe, festival publik Dessert Markt, hingga ajang penghargaan Golden Swirl Awards 2026.
Pertemuan antara warisan budaya dan kreativitas kontemporer ini menciptakan ruang eksplorasi tanpa batas yang mempertemukan nostalgia, eksperimen rasa, hingga estetika visual ruang. Fenomena inovatif ini membuktikan bahwa makanan bukan lagi sekadar produk konsumsi harian, melainkan media diplomasi budaya yang sangat efektif untuk memperkenalkan identitas bangsa.
Melalui JDW 2026, ekosistem industri kreatif nasional diintegrasikan secara kuat melalui pendekatan kolaborasi GADO GADO Cultural Network. Kementerian Ekraf optimistis kolaborasi lintas sektor yang berkelanjutan ini akan terus memacu pertumbuhan ekonomi makro serta memantapkan posisi strategis Indonesia di pasar global. (**)









