Muktamar ke-35 NU, Senator Lia Istifhama:  Jadi Titik Balik Ekonomi dan Politik Warga

Jumat, 28/08/2026 - 12:52
Muktamar ke-35 NU

Muktamar ke-35 NU

Klikwarta.com, Jawa Timur - Gemuruh Muktamar ke-35 NU di Ponpes Bahrul Ulum Tambakberas tidak hanya menyedot kiai dan santri. Para senator pun berbondong-bondong datang. 

Anggota DPD RI dari Kaukus Nahdliyin menyebut kehadiran mereka bukan seremoni. Ini bentuk komitmen wakil rakyat yang secara kultural memang lahir dari rahim NU.

Salah satunya Hj. Ade Yuliasih, senator asal Banten yang punya garis keturunan Tebuireng Jombang. Ia hadir bersama rekan senasibnya dari berbagai dapil. 

"Kami ini Nahdliyin. Dari Jatim ada Bu Lia Istifhama, dari Maluku ada Pak Boy Latuconsina, dari Papua Barat ada Pak H. Abdullah. Jauh-jauh datang ke sini karena ini rumah kita bersama," ujar Ade di sela kegiatan, Kamis malam (27/8/2026).

Ade mengapresiasi tuan rumah. Menurutnya, penyambutan dari panitia lokal termasuk Lia Istifhama sebagai senator Jatim, sangat hangat dan rapi. 

Menanggapi hiruk-pikuk Muktamar, Ade menilai situasi umum berjalan aman dan tertib. Soal kemacetan di sekitar Tambakberas, ia menganggap itu konsekuensi logis.

"Seluruh Indonesia hadir di sini. Wajar kalau jalannya padat. Yang penting ketertiban peserta terjaga sampai akhir. Ini bukti NU masih punya daya mobilisasi luar biasa," tegasnya.

Lebih dari sekadar pesta demokrasi organisasi, Ade berharap Muktamar ke-35 ini melahirkan keputusan strategis. Bukan hanya soal siapa Ketua Umum, tapi juga arah NU 100 tahun kedua.

"Muktamar ini harus jadi momentum memperkuat hikmah ulama, menjaga persatuan umat, dan melahirkan langkah nyata untuk bangsa. Di pendidikan, ekonomi, sampai persoalan sosial keagamaan," katanya.

Ia juga menyampaikan penghormatan kepada seluruh jajaran PBNU, PWNU, PCNU, para kiai, dan warga Nahdliyin yang terus menjaga NU tetap relevan untuk bangsa.

Senada, Senator DPD RI Jatim Lia Istifhama atau Ning Lia menyorot dampak ekonomi Muktamar. Ia melihat langsung UMKM dan warga sekitar pondok bergerak cepat.

"Multiplier effect-nya terasa sekali. Warung hidup, ojek jalan, homestay penuh. Ini spirit Nahdlatul Tujjar yang dulu digagas Hadratussyaikh Hasyim Asy'ari dan KH. Wahab Hasbullah bangkit lagi," ungkap Ning Lia.

Menurutnya, memilih Jombang sebagai lokasi Muktamar pertama di Abad Kedua NU adalah keputusan simbolis dan strategis. 

"Ini bumi para muassis. Saya yakin dari bumi ini akan lahir nahkoda terbaik untuk membawa NU menjawab tantangan zaman," pungkasnya. (**) 

Berita Terkait