Narkoba Ancaman Besar Bangsa Aceh

Rabu, 18/09/2019 - 23:20
Ratusan pemuda dan pelajar Aceh Singkil saat mengikuti sosialisasi narkoba digedung Pemuda Pasar Singkil.
Ratusan pemuda dan pelajar Aceh Singkil saat mengikuti sosialisasi narkoba digedung Pemuda Pasar Singkil.

Klikwarta.com, Aceh Singkil - Dengan menempati posisi pertama dalam peredaran dan penggunaan narkoba jenis ganja dikonteks lokal Indonesia, menjadi ancaman besar bagi bangsa Aceh khususnya.

"Hal tersebut terlihat dengan banyaknya ditemukan ladang ganja di Provinsi Aceh, yang menyebabkan berpengaruh multi efek negatif terhadap kehidupan masyarakat", ucap Kasubid Ketahanan Ekonomi dan Sosial Budaya Surya Kesbang Pol Aceh, Edi Rahman, menyampaikan sambutan Kepala Kesbang Pol Aceh, dalam Sosialisasi Narkoba, yang dilaksanakan, di Gedung Pemuda Pasar (PPS) Singkil, Kabupaten Aceh Singkil, Rabu 18 September 2019.

Karena menurut data narkotika nasional, akibat dari narkoba berdampak kepada fisik, psikologis, sosial, dan ekonomi pengguna. Seperti, gangguan sistem saraf, kesadaran, tidak normalnya kemampuan berfikir, berperasaan cemas serta ketergantungan obat.

Dengan begitu, apa jadinya bangsa ini jika para penerusnya bermental narkoba, yang cacat fisik, psikologis, sosial dan ekonomi, yang secara otomatis tidak mungkin akan mampu membangun bangsa dan bersaing dikompetisi global yang semakin modern, sebutnya.
Ditambah lagi, dilihat data sepanjang tahun 2018, sudah sebanyak 1600 kasus narkoba ditangani penegak hukum. Dengan tersangka mencapai 2.213 orang, terbagi 2.143 laki-laki, dan 56 perempuan.

Ironisnya lagi, menurut BNNP Aceh saat ini terdapat sebanyak 73 ribu orang menjadi pecandu narkoba yang harus direhabilitasi. Namun baru hanya mampu ditampung 321 orang,ungkapnya. Serta bila ditilik dengan peringkat narkoba dunia negara Indonesia menduduki posisi urutan ketiga sebagai pasar terbesar dan surganya untuk peredaran narkoba.

Melihat hal itu cukup menyatakan Aceh menjadi daerah darurat narkoba. Namun, kerap masalah sosial seperti ini mengandung fenomena gunung es "Dilaporkan atau dicatat secara resmi relatif kecil dibandingkan dengan realita kenyataan yang tidak terlihat", ujarnya.

Untuk itu sebaiknya sebagai masyarakat harus sepenuhnya sadar bahwa pemberantasan narkoba tidak hanya menjadi tanggung jawab Pemerintah semata. Tapi justru tanggung jawab kita semua.

"Jadi untuk menghilangkan image Aceh dari penilaian negatif itu harus adanya kesinergian semua pihak dan lapisan masyarakat memutuskan mata rantai narkoba",tegasnya.

Sebelumnya Kepala Kesbang Pol Aceh Singkil H Hermanto menyebutkan, saat ini Pemerintah RI sedang menghadapi Proxi War (perang proksi) dengan pihak asing. 

Tapi penyerangan pihak asing tidak dengan peluru maupun mortir dengan peperangan terbuka. Akan tetapi dengan mengedarkan narkoba dinegara kita yang berdampak merusak seluruh generasi muda bangsa Indonesia.

Hermanto berharap, ratusan pemuda dan pelajar yang mengikuti sosialiasi Fasilitas Pencegahan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba, dapat menjadi pelopor kader-kader muda pemberantas narkoba, pungkasnya. (Erwan)

a

TMMD

 

Related News