ilustrasi
Pengaruh teman itu memang sangat besar, apalagi di usia remaja sekarang ini. Bahkan boleh dibilang anak zaman sekarang bakal lebih mendengar apa yang teman katakan dari pada apa yang orangtua katakan. Apa yang teman lakukan bisa jadi di anggap lebih menarik dan jadi ingin mengikutinya. Rupanya dari celah inilah – alias bisa mengikuti teman dengan semudah itu.
Pornografi bisa memasuki kehidupan kamu dan teman-teman lainnya. Banyak orang mempermasalahkan pornografi hanya karena aspek moral, yaitu eksploitasi seks yang dijadikan komoditi yang dianggap haram oleh norma agama dan tabu oleh masyarakat. Padahal, pornografi bukan hanya soal aspek moral saja. Banyak fakta yang memperlihatkan, bahwa masalah pornografi ternyata punya dampak negatif juga secara medis dan sosial.
Awalnya, ponografi “hanyalah” cerita atau penggambaran 2 (dua) dimensi mengenai pelacur atau tubuh tanpa busana. Namun kemudian berkembang menjadi aktivitas seksual lainnya yang berupa gambar bergerak, eksploitatif (berlebihan), sadis, menjijikkan hingga merendahkan martabat manusia ‘khususnya perempuan’. Tampilan yang parah berisi pelecehan seksual, aktivitas seksual secara menyimpang hingga kejahatan seksual seperti pemerkosaan.
Masa remaja adalah masa dimana hormon-hormon reproduksi mulai berkembang, pada masa inilah otak para remaja sudah mulai merangsang sesuatu hal yang masuk pada otak mereka, dan hal yang paling sering memicu rangsangan otak remaja zaman sekarang ini adalah pornografi.
Pornografi adalah sesuatu hal yang sangat berhubungan erat dengan seks, seringkali remaja mencari alternatif dengan menikmati pornografi secara sembunyi-sembunyi. Kemajuan teknologi saat ini,membuat mereka mudah untuk mengakses dan menonton konten pornografi sehingga menjadi candu. Pornografi memiliki dampak nyata bagi kesehatan fisik dan mental para remaja.
Seharusnya remaja dibekali edukasi mengenai seks. Mereka membutuhkan informasi tentang perubahan yang terjadi pada dirinya, sehingga mereka peduli akan kesehatan alat reproduksinya. Melalui adanya edukasi tersebut, remaja akan cepat sadar bahwa pornografi bisa menyebabkan pergaulan bebas bagi remaja yang mengakibatkan ancaman kesehatan fisik, mental dan sisi negatif lainnya.
Penulis | Editor : Julia Aninda Putri (JAP)








