Bupati Trenggalek: Mengentaskan Kemiskinan Targetkan 5000 Wirausaha

Senin, 07/08/2023 - 18:30
Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, saat membuka pelatihan wirausaha baru Female Preneur Perempuan Hebat di sektor perikanan, Senin (7/8/2023) di Balai Benih Ikan Trenggalek.

Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, saat membuka pelatihan wirausaha baru Female Preneur Perempuan Hebat di sektor perikanan, Senin (7/8/2023) di Balai Benih Ikan Trenggalek.

Klikwarta.com, Trenggalek - Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin membuka pelatihan wirausaha baru Female Preneur Perempuan Hebat di sektor perikanan, Senin (7/8/2023) di Balai Benih Ikan Trenggalek. 

Dalam hal ini dilakukan untuk mewujudkan cita cita Pemerintah Kabupaten Trenggalek mendorong lahirnya 5000 wirausaha baru sebagai salah satu upaya dalam mengentaskan kemiskinan.

Selanjutnya, pengentasan kemiskinan ekstrem adalah sebagai salah satu program prioritas utama pemerintah daerah Kabupaten Trenggalek, "hari ini adalah rangkaian penumbuhan wirausaha baru, khususnya kita targetkan 5000 pengusaha perempuan baru setiap tahun," tutur Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin.

Pelatihan wirausaha perempuan hebat kali ini merupakan pelatihan lanjutan dari Boot Camp 1 dan Boot Camp 2 pada tahun tahun sebelumnya. Sedangkan pelatihan ini rencananya akan digelar selama 3 hari, mulai dari Senin 7 Agustus hingga tanggal 9 Agustus nanti. Balai Benih Ikan, Dinas Perikanan Trenggalek, menjadi tempat pelatihan dengan peserta pelatihan sebanyak 50 orang yang terdiri dari 44 orang perempuan dan 6 orang laki-laki. 

Dari jumlah tersebut 38 orang atau 76% pelaku usaha perikanan dan 12 orang atau 24% pelaku sektor usaha lainnya. Dalam pelatihan ini, Pemerintah Kabupaten Trenggalek kembali menggandeng PT. Perempuan Hebat Indonesia yang akan bertugas memberikan bekal kiat berwirausa kepada peserta nantinya. 

Kemudian, menjadi wajib harus dilanjutkan kegiatan female preneur ini, "karena satu indikator kinerja utama kita salah satunya adalah bagaimana kita membangun ekonomi inklusif pada indeks pembangunan ekonomi inklusif yang di dalamnya ada proporsi pendapatan perempuan di dalam satu kabupaten," sambungnya.

Kalau kita lihat tadi beberapa yang kita wawancarai kebanyakan mereka masih punya anak-anak kecil, yang tumbuh kembangnya harus didampingi. Maka kalau ibunya secara ekonomi berdaya maka harapannya nanti juga fokus kepada keluarga dan anaknya itu lebih. 

Pihaknya berpesan kepada peserta pelatihan yang sebelumnya ada yang sebagai single parent,  menjadi perempuan kepala rumah tangga. Selanjutnya juga ada yang eks dari TKW, "bayangkan kalau dulu jadi eks TKW, terus sekarang punya usaha dan terinspirasi ketika di luar negeri dapat inspirasi bisnis," babernya.

"Jadi yang begini harus diperbanyak di Kabupaten Trenggalek, sehingga ekonominya mereka tidak perlu bekerja jauh-jauh, tapi mereka punya kesempatan untuk mendapatkan penghasilan di kota kabupaten sendiri," pungkasnya.

Pewarta : Hardi Rangga

Berita Terkait