BPBD Tapsel Bersama TNI dan POLRI Monitor Banjir Salurkan Bantuan di Labalasiak Angkola Selatan

Sabtu, 04/11/2023 - 14:20
Kalaksa BPBD tapsel Umar Halomoan Daulay, di dampingi Babinsa dan Bhabinkamtibmas, pada saat penyerahan bantuan   kepada masyarakat yang terdampak banjir, di Labalasiak, Kecamatan Angkola Selatan, Tapsel

Kalaksa BPBD tapsel Umar Halomoan Daulay, di dampingi Babinsa dan Bhabinkamtibmas, pada saat penyerahan bantuan kepada masyarakat yang terdampak banjir, di Labalasiak, Kecamatan Angkola Selatan, Tapsel

Klikwarta.com, Tapanuli Selatan - Intensitas hujan yang tinggi di wilayah Tapanuli Selatan (Tapsel), membuat beberapa titik aliran sungai mengalami kenaikan debit air di dataran rendah.

Akibatnya, luapan sungai membanjiri pemukiman warga, salah satunya dilingkungan labalasiak Kelurahan Pardomuan, Kecamatan Angkola Selatan, Kamis (2/11/2023) Kemarin.

BPBD Tapsel, bersama TNI dan Polri, langsung tanggap dengan melaksanakan monitor banjir yang terjadi lingkungan labalasiak, sekaligus berikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak banjir, pada hari itu juga.

Kalaksa BPBD tapsel Umar Halomoan Daulay, di dampingi Babinsa dan Bhabinkamtibmas, pada saat penyerahan bantuan  menyampaikan pesan kepada masyarakat yang terdampak Banjir.

" dihimbau kepada masyakat agar tetap waspada dan hati-hati, dengan tingginya  intensitas hujan di wilayah Tapanuli Selatan ",katanya. .

Lebih lanjut kalaksa menyampaikan, Bupati telah menyampaikan agar di buat posko penanggulangan bencana. Supaya penanganan dapat dilaksanakan secara cepat ,efektive dan terkoordinasi dengan baik .

Umar, menerangkan berdasarkan data Pusdalops i Bpbd kab Tapanuli Selatan, berdasarkan data BMKG Tapanuli Selatan, antara bulan September s/d Nopember setidaknya ada 10 s/d 15 hari hujan dalam setiap bulannya.

" hal ini perlu kita syukuri karena gelombang aldino atau gelombang panas yang di prediksi akan terjadi musim kemarau panjang dan kekeringan tidak terjadi di wilayah kabupaten Tapanuli Selatan ",papar Umar Halomoan Daulay, Jum'at (3/11/2023).

Monitoring di hadiri Beberapa unsur  BNPB dari Jakarta dan dari Kemenko PMK,  UPTD PUPR Propinsi,  BWS , serta pihak PT ANJ Agri.

Pada kesempatan pertemuan dengan masyarakat yang terdampak banjir, Kepala lingkungan labalasiak Warsito, menyampaikan masyarakat yang terdampak banjir ada 65 KK.

" dan penyebab banjir akibat intensitas hujan yang cukup tinggi dan terjadinya pendangkalan sungai.Harapannya, harus ada normalisasi sungai agar dapat mengurangi banjir ",tandasnya.

(Pewarta : Bambang Ginting)

Berita Terkait