Jembatan Bhinneka Tunggal Ika dan TPS 3R Desa Banaran di Resmikan Bupati 

Rabu, 08/11/2023 - 22:02
Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, saat meresmikan Jembatan Guyangan,  atau Jembatan Bhinneka Tunggal Ika, Desa Banaran, Kecamatan Tugu, Kabupaten Trenggalek, Rabu (8/11/2023)

Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, saat meresmikan Jembatan Guyangan, atau Jembatan Bhinneka Tunggal Ika, Desa Banaran, Kecamatan Tugu, Kabupaten Trenggalek, Rabu (8/11/2023)

Klikwarta.com, Trenggalek - Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin resmikan Jembatan Guyangan,  atau Jembatan Bhinneka Tunggal Ika, jembatan yang menghubungkan tiga desa yaitu Gondang, Winong, dan Banaran, Kecamatan Tugu Kabupaten Trenggalek, Rabu (8/11/2023).

Jembatan tersebut, memiliki bentang 45x5 meter, menghabiskan anggaran sekitar 5 miliar rupiah, serta dibangun tanpa menggunakan tiang penyangga tengah. Kemudian nama Jembatan Bhinneka Tunggal Ika ini disematkan oleh KH. Sulaiman, pengasuh Pondok Pesantren Al Badar Desa Gondang.

"Jadi ini termasuk proyek yang kemarin dibiayai investasinya PT. SMI, jadi kita memang punya effort di sini untuk bisa mewujudkan jembatan ini," tutur Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin.

Pembangunan jembatan ini sebenarnya telah diusulkan sejak lama. Akan tetapi karena kondisi fiskal pemerintah daerah saat itu, akhirnya baru bisa rampung dibangun tahun ini.

Selanjutnya, jembatan tersebut konstruksinya dibangun menggunakan beton precast. Sehingga spesifikasinya bukan main-main. Sedangkan tanpa tiang penyangga tengah dimaksudkan meminimalisir resiko kerusakan jembatan akibat banjir.

Selain meresmikan jembatan, Bupati Trenggalek juga meresmikan fasilitas TPS 3R di Desa Banaran yang berlokasikan di samping Jembatan, serta berharap kepada ibu-ibu, " sebagai green angel, bisa mengolah sampah menjadi berkah," cetusnya.

"Ibu-ibu ini kreatif, tahu kalau di sini banyak pembudidaya ikan, maka nanti sampahnya dikelola dengan mekanisme magot, jadi yang organik-organik mekanisme magot," sambungnya.

Pihaknya menegaskan, "nanti sebagian untuk pupuk, karena di sini juga basisnya pertanian, perkebunan, dan tadi di beberapa tempat sudah ada bank sampah yang digunakan untuk sampah-sampah yang bernilai jual sudah didayagunakan," bebernya.

Dalam hal ini ke depan sembari dikaji kembali untuk penanganan sampah yang tidak bisa diolah, sehingga cita-cita Kabupaten Trenggalek di tahun 2030 atau 2045 benar-benar bisa menjadi kota dengan nol persen sampah dan polusi.

Pewarta : Hardi Rangga

Berita Terkait