Pusat Kota Bitung Tergenang Air, Ini Kata Kadis PUPR Bitung

Senin, 03/02/2020 - 16:47
Kadis PUPR kota Bitung Rudi Tenokh

Kadis PUPR kota Bitung Rudi Tenokh

Bitung, Klikwarta.com - Sejak malam hingga sore hari ini kota Bitung di guyur hujan, akibatnya Pusat Kota Bitung kembali tergenang air, dengan ketinggian hampir mencapai 30 cm.

Pantauan media ini di beberapa titik sepanjang pelabuhan Bitung tampak seperti sungai dalam kota. Karena, insentitas hujan yang tinggi, membuat saluran primer di pusat kota tak mampu menampung genangan air.

Kadis PUPR kota Bitung Rudi Tenokh menyampaikan, beberapa penyebab, selain dampak jalan tol yang pekerjaannya tak kunjung selesai, juga disebabkan saluran primer dalam kota masih kurang, ditambah lagi pihak PT.Pelindo enggan membuka pintu salauran air yang berada di dalam lokasi mereka dengan alasan tak jelas.

"Salah satu penyebabnya yaitu PT. Pelindo enggan membuka saluran air di dalam lokasi mereka,agar air bisa langsung ke laut, padahal itu sangat penting mengurangi debit air yang menggenangi pusat kota", ungkap Rudi Tenokh saat dihubungi media ini via telephone, Senin (3/2/2020).

Bahkan menurut Rudi, sebelumnya Pelindo sudah janji akan membuka semua saluran saat musim hujan datang.  "Hal ini sudah disampaikan oleh Pelindo beberapa tahun kemarin ke pemkot namun sampai saat ini tak juga direalisasi", katanya.

Terkait masalah ini Rudi meminta semua pihak termasuk masyarakat dapat mendesak PT Pelindo agar peduli dengan kondisi kota Bitung, karena ini menyangkut hajat hidup orang banyak .

"Kami sudah membuka semua saluran yang menujuh saluran Primer tapi kalau di muara saluran primer tidak di buka semuanya, maka air tak akan maksimal menujuh muara", tandasnya.

Sementara itu, Dedi salah satu pengendara motor mengatakan mestinya PT Pelindo, Pemkot dan DPRD mengadakan dialog terbuka dan dihadiri perwakilan masyarakat mencari solusinya agar jangan terus seperti ini.

"Kalau perlu dialognya di adakan di pusat kota agar kami juga bisa memberi masukan dan bisa tahu apa hasilnya,kalau tak ada solusi kami juga yang susah karena bisa mengakibatkan kendaraan kami mati di jalan, ingat bapak bapak sudah di gaji dan di beri tunjangan besar oleh rakyat", ujar Dedi.

Sementara itu pihak PT Pelindo IV Bitung sampai saat ini belum bisa diminta penjelasan sehubungan keberadaan saluran dalam lokasi mereka. (Lao)

Berita Terkait