Fraksi NasDem DPRD Jatim Sindir Pengklaim Pengusul Gelar Pahlawan Nasional KH Syaikhona Kholil

Sabtu, 15/11/2025 - 20:26
Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD Jawa Timur, Moch Nasih Aschal

Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD Jawa Timur, Moch Nasih Aschal

Klikwarta.com, Jatim - Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD Jawa Timur, Moch Nasih Aschal menyindir ada partai politik yang mengklaim sebagai pengusul gelar pahlawan nasional untuk Kiai Haji Syaikhona Kholil. 

Pria yang akrab dipanggil Lora Nasih menyebut usulan agar Kiai Syaikhona Kholil diberi gelar pahlawan nasional awal mulanya dari masyarakat. Usulan itu disampaikan ke Pemkab Bangkalan dan ditindaklanjuti dengan dibentuk sebuah tim.

"Kalau kita runut kepada awal mula pengusulan ini, semua berawal dari masyarakat.Dan kemudian masyarakat menyampaikan ini dan terecord dalam sebuah tim yang dibentuk oleh Kabupaten," ungkap Lora Nasih. 

Lora Nasih menegaskan, bahwa dalam perjalanan usulan gelar pahlawan itu didukung secara politik oleh Partai NasDem. Dukungan dikuatkan Lora Nasih sebagai Anggota DPRD Jawa Timur dari Fraksi Partai NasDem untuk melobi ke tingkat pusat.

Pria yang duduk sebagai Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD Jatim itu mengaku proses pengajuan gelar ini hampir 5 tahun dan harus melalui proses yang cukup alot. MPR RI menyelenggarakan seminar menyikapi usulan gelar pahlawan nasional Kiai Syaikhona Kholil.

"Bahwa ada (proses) secara politik dilakukan upaya untuk menguatkan pengusulan ini. Termasuk Nasdem, yang waktu itu sangat kuat sekali bahkan sampai menyelenggarakan seminar di gedung MPR," ucapnyam

Lora Nasih menegaskan, bahwa masyarakat bisa melihat dan menilai, pihak yang berjuang untuk gelar pahlawan. Tetapi pada akhirnya semua masyarakat bisa bangga karena Kiai Syaikhona Khalil akhirnya mendapatkan gelar Pahlawan Nasional.

"Tidak ada bantahan dari siapapun, ada kelompok tertentu mengklaim, monggo silahkan, yang terpenting adalah bahwa dari semua klaim-klaim ini pada akhirnya pemerintah lah yang memberikan keputusan untuk memberikan gelar Syaikhona Kholil," tuturnya.

Sebelumnya, Bendahara DPW PKB Jawa Timur, Fauzan Fuadi mengaku Kiai Syaikhona Kholil mendapat gelar pahlawan nasional merupakan kabar yang sangat menggembirakan, tidak hanya bagi warga Bangkalan, tapi juga bagi seluruh warga Nahdliyin dan masyarakat pesantren

“Alhamdulillah, perjuangan panjang kami akhirnya membuahkan hasil. Syaikhona Kholil Bangkalan kini resmi menjadi Pahlawan Nasional,” ujar Fauzan, di Surabaya, Senin 10 November 2025.

Begitu juga halnya gelar pahlawan nasional untuk KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). PKB merasa bangga dengan gelar untuk Gus Dur yang merupakan presiden ke-4 Indonesia dan pendiri PKB.

Kedua tokoh tersebut dianugerahi Pahlawan Nasional bersama delapan tokoh lainnya, diantaranya: Jenderal Besar TNI Soeharto, Marsinah, Mochtar Kusumaatmaja, Hajjah Rahmah El Yunusiyyah, Jenderal TNI (Purn) Sarwo Edhie Wibowo, Sultan Muhammad Salahuddin, Tuan Rondahaim Saragih, dan Zainal Abidin Syah.

Menurut Ketua Fraksi PKB DPRD Jatim ini, penganugerahan gelar pahlawan nasional merupakan bentuk pengakuan negara atas jasa besar terhadap tokoh pesantren dalam memperjuangkan kemerdekaan dan mencerdaskan kehidupan bangsa.

 “Beliau bukan hanya ulama besar, tapi juga guru bangsa. Jasa beliau dalam membangun kesadaran kebangsaan melalui pendidikan pesantren luar biasa besar,” tegas Fauzan.

Fauzan mengungkapkan, PKB sejak awal konsisten memperjuangkan tokoh ulama pejuang untuk mendapatkan gelar pahlawan. Bahkan usulan tersebut telah disuarakan sejak tahun 2021, bahkan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar turun langsung memperjuangkannya di tingkat nasional. 

“Sejak 2021, PKB telah memperjuangkan hal ini secara resmi. Kami mengirimkan dokumen, melakukan audiensi, dan terus mendorong pemerintah agar mengakui jasa ulama pejuang ini. Alhamdulillah, hari ini perjuangan itu berbuah manis,” kata Fauzan.

PKB sebagai partai yang lahir dari rahim pesantren dan Nahdlatul Ulama (NU), Fauzan menegaskan bahwa memperjuangkan ulama pesantren untuk mendapatkan penghargaan negara adalah kewajiban moral dan ideologis bagi PKB.

“Bagi PKB, perjuangan ini bukan soal politik, tapi bentuk penghormatan dan tanggung jawab terhadap sejarah perjuangan ulama yang telah menanamkan nilai-nilai kebangsaan,” jelasnya. (ADV/Supra)

Tags

Berita Terkait