Pemkot Bengkulu Pertimbangkan Ambil Alih Pengelolaan Sampah dari Pihak Swasta

Rabu, 28/01/2026 - 14:54
Wali Kota Bengkulu dan Wakil Wali Kota Bengkulu /Foto : MC

Wali Kota Bengkulu dan Wakil Wali Kota Bengkulu /Foto : MC

Klikwarta.com, Bengkulu - Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu mempertimbangkan untuk mengambil alih sepenuhnya pengelolaan sampah yang selama ini melibatkan pihak swasta. Wacana tersebut mencuat menyusul aksi protes sejumlah sopir pengangkut sampah yang membuang muatan sampah di halaman Kantor Wali Kota Bengkulu dan Kantor DPRD Kota Bengkulu.

Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes terhadap akses jalan menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang dinilai sulit dilalui. Menanggapi hal itu, Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi mengatakan aksi para sopir menuai beragam respons dari masyarakat, namun mayoritas memberikan dukungan kepada pemerintah kota.

“Alhamdulillah, saya banyak menerima pesan WhatsApp dan telepon yang pada intinya mendukung Pemerintah Kota Bengkulu,” ujar Dedy.

Dedy menyayangkan cara penyampaian aspirasi yang dilakukan dengan membuang sampah di kantor pemerintahan. Menurutnya, penyampaian pendapat dapat dilakukan melalui aksi demonstrasi yang santun dan sesuai aturan.

“Cara protesnya bisa dengan demo, itu tidak masalah. Tapi dengan membuang sampah di kantor pemerintah, itu yang saya sayangkan. Itu betul-betul kurang santun dan tidak dapat dibenarkan,” tegasnya.

Ia menegaskan bahwa secara objektif kondisi persampahan di dalam kota saat ini masih terkendali. Tidak terdapat penumpukan sampah di tengah kota meskipun persoalan di TPA masih terjadi.

“Kalau kita objektif, hari ini tidak ada sampah yang menumpuk di tengah kota,” ungkap Dedy.

Terkait aspirasi masyarakat yang menginginkan Pemkot Bengkulu tidak lagi menggunakan jasa pihak swasta dalam pengelolaan sampah, Dedy menyebut hal tersebut sedang menjadi bahan pertimbangan serius pemerintah.

“Ini sedang saya pertimbangkan. Apabila itu dinilai sebagai solusi terbaik, Pemkot Bengkulu siap mengambil alih pengelolaan sampah secara penuh,” jelasnya.

Ia menambahkan, jika pengambilalihan tersebut memang menjadi opsi terbaik, maka pemerintah akan bertanggung jawab sepenuhnya dalam pengelolaan sampah di Kota Bengkulu.

“Bila itu memang terbaik, kemungkinan kita akan ambil alih. Pemerintah semua yang akan mengolah sampah tadi,” kata Dedy.

Namun demikian, Dedy menekankan bahwa persoalan sampah tidak semata-mata menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan juga membutuhkan peran aktif masyarakat. Ia mengajak warga Kota Bengkulu untuk mulai memilah sampah dari rumah masing-masing.

“Sampah organik itu sebenarnya tidak perlu dibuang, tapi bisa diolah menjadi kompos. Saya sudah mempraktikkan itu di rumah pribadi. Awalnya setiap hari sekitar dua kantong, sekarang dengan memilah sampah hanya setengah kantong,” paparnya.

Dedy juga menilai persoalan yang terjadi sejatinya dapat dihindari apabila para sopir pengangkut sampah dapat menahan diri. Ia mengingatkan bahwa selama ini para sopir memperoleh penghidupan dari kerja sama pengelolaan sampah yang berjalan.

“Seharusnya persoalan ini tidak perlu terjadi kalau para sopir bisa menahan diri, karena selama ini mereka juga mendapatkan penghidupan dari kerja sama tersebut,” pungkasnya. (**) 

Berita Terkait