Akselerasi Digital, UMKM Karanganyar Didorong Perkuat Brand dan Transformasi Bisnis

Jumat, 20/02/2026 - 19:32
Kegiatan bertajuk Fasilitasi Pendampingan Pandu Literasi Digital UMKM Naik Kelas Batch 8, di Ruang Anthurium, Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Jumat (20/2/2026).

Kegiatan bertajuk Fasilitasi Pendampingan Pandu Literasi Digital UMKM Naik Kelas Batch 8, di Ruang Anthurium, Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Jumat (20/2/2026).

Klikwarta.com, Karanganyar – Dalam upaya memperkuat tulang punggung ekonomi daerah, Kementerian Komunikasi dan Digitalisasi Republik Indonesia kembali menggelar program strategis bagi pelaku usaha lokal.

Melalui kegiatan bertajuk Fasilitasi Pendampingan Pandu Literasi Digital UMKM Naik Kelas Batch 8, para pelaku usaha di Karanganyar didorong untuk melakukan transformasi model bisnis demi memenangkan persaingan di pasar global.

Acara yang berlangsung di Ruang Anthurium, Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Jumat (20/2/2026) ini, mengusung tema spesifik mengenai akselerasi daya saing melalui penguatan identitas brand.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Karanganyar, Isnan Nur Aziz, yang hadir mewakili Bupati Karanganyar, menegaskan bahwa literasi digital bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kunci percepatan pengembangan usaha.

"Pemerintah Kabupaten Karanganyar sangat mendukung kegiatan ini. Kami ingin pelaku UMKM tidak hanya sekadar berjualan, tapi mampu memanfaatkan teknologi untuk efisiensi dan daya saing yang lebih tinggi," ujar Isnan dalam sambutannya.

Ia menambahkan bahwa program ini sejalan dengan visi pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kapasitas pelaku usaha agar mampu naik kelas dan beradaptasi dengan perubahan pola konsumsi masyarakat yang kini serba digital.

Berbeda dengan seminar teori pada umumnya, Batch 8 ini menitikberatkan pada aspek teknis yang sering menjadi kendala bagi UMKM.

Pendamping Pandu Literasi Digital, Malinda Eka Wahyunita, menjelaskan bahwa peserta mendapatkan bimbingan intensif mulai dari fondasi keuangan hingga visual.

Beberapa materi inti yang dipraktikkan meliputi perhitungan HPP untuk emastikan pelaku usaha memiliki margin keuntungan yang tepat dan kompetitif, identitas visual pembuatan logo profesional sebagai wajah brand di pasar digital, serta model bisnis sebagai re-evaluasi strategi agar bisnis tetap relevan dan berkelanjutan.

"Metode kami bersifat interaktif dan aplikatif. Peserta tidak hanya mendengarkan, tapi langsung mempraktikkan pembuatan logo dan penyusunan strategi pemasaran digital hari ini juga," jelas Malinda.

Program Pandu Literasi Digital ini diharapkan menjadi pemantik bagi terciptanya lapangan kerja baru di Karanganyar. Dengan identitas usaha yang kuat dan penguasaan teknologi yang mumpuni, UMKM diharapkan mampu memperluas jangkauan pasar hingga ke tingkat nasional maupun internasional.

Langkah ini mempertegas posisi UMKM sebagai pilar utama perekonomian yang tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu berekspansi di tengah kompetisi yang semakin ketat.

Pewarta : Kacuk Legowo

Berita Terkait