Yonarmed 12 Kostrad Gagalkan Penyelundupan 21 Ball Press di Perbatasan RI–RDTL

Kamis, 12/03/2026 - 22:20
Satgas Yonarmed 12 Kostrad gagalkan penyeludupan 21 ball press, Kamis (12/3)

Satgas Yonarmed 12 Kostrad gagalkan penyeludupan 21 ball press, Kamis (12/3)

Klikwarta.com, Belu – Satgas Pamtas RI–RDTL Sektor Timur Yonarmed 12/AY/2/2 Kostrad kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga keamanan wilayah perbatasan dengan menggagalkan upaya penyelundupan sebanyak 21 (dua puluh satu) Ball Press yang diduga berasal dari Timor Leste. Penggagalan tersebut terjadi pada Kamis (12/3/2026) di wilayah Desa Dualaus, Kecamatan Hulumesak, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur. Barang ilegal tersebut rencananya akan dikirim dari wilayah Lakafehan Atambua menuju Kupang setelah sebelumnya masuk melalui jalur laut.

Keberhasilan penggagalan tersebut berawal dari adanya informasi masyarakat mengenai aktivitas mencurigakan yang berkaitan dengan pergerakan barang dari wilayah pesisir menuju jalur darat. Menindaklanjuti informasi tersebut, personel Satgas Pamtas Yonarmed 12 Kostrad bersama unsur intelijen segera melakukan pemantauan hingga akhirnya berhasil menemukan dan mengamankan barang yang diduga akan diselundupkan.

.

Setelah dilakukan pengecekan di lokasi, personel Satgas menemukan dua kendaraan yang memuat puluhan Ball Press. Selanjutnya barang bukti sebanyak 21 Ball Press tersebut diamankan dan dibawa ke Mako Satgas Pamtas RI–RDTL Sektor Timur Yonarmed 12/AY/2/2 Kostrad untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Satgas kemudian berkoordinasi dengan pihak Bea Cukai Atambua guna penanganan dan proses sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Pasi Intel Satgas Pamtas RI–RDTL Yonarmed 12 Kostrad, Kapten Arm Putra Aditiya, menyampaikan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil dari kerja sama yang baik antara aparat Satgas dan masyarakat di wilayah perbatasan. Ia menegaskan bahwa Satgas akan terus meningkatkan pengawasan terhadap berbagai potensi pelanggaran hukum di wilayah perbatasan, khususnya aktivitas penyelundupan lintas negara.

“Kami akan terus memperkuat pengawasan dan sinergi dengan masyarakat serta instansi terkait guna mencegah segala bentuk penyelundupan yang dapat merugikan negara dan mengganggu stabilitas keamanan di wilayah perbatasan,” ungkapnya.

(Kontributor: Arif)

Berita Terkait