Kader Muhammadiyah Harus Hidupkan Semangat Dakwah

Senin, 30/03/2026 - 13:08
Bendahara Umum PP Muhammadiyah, Hilman Latief

Bendahara Umum PP Muhammadiyah, Hilman Latief

Klikwarta.com, Garut – Bendahara Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Hilman Latief, menegaskan pentingnya menghidupkan semangat dakwah dalam setiap peran kehidupan, baik sebagai profesional, pengusaha, maupun bagian dari masyarakat.

“Posisi apa pun, jabatan apa pun, jangan hilang semangat dakwahnya. Ajak kepada kebaikan,” ujarnya dalam Pengajian Silaturahim Idulfitri 1447 H yang digelar Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Garut di Gedung Dakwah Muhammadiyah Garut pada Ahad (29/3).

Hilman juga memaparkan konsep Islam Berkemajuan yang diwujudkan melalui empat gerakan utama, yakni dakwah, tajdid (pembaruan), ilmu, dan amal. Keempatnya menjadi landasan Muhammadiyah dalam membangun peradaban Islam yang modern, inklusif, dan berkemajuan.

Ia menambahkan, dakwah ekonomi atau tijarah merupakan bagian penting dalam gerakan Muhammadiyah, dengan menekankan prinsip kejujuran, keadilan, dan kemaslahatan umat.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Garut Abdusy Syakur Amin, Wakil Ketua PWM Jawa Barat Yadi Janwari, serta Ketua PDM Garut Agus Rohmat Nugraha.

Ketua PDM Garut, Agus Rohmat Nugraha, menyampaikan bahwa pengajian ini menjadi momentum konsolidasi dan penguatan silaturahmi bagi anggota serta simpatisan Muhammadiyah di tingkat daerah.

“Kegiatan ini adalah pengajian pembinaan silaturahmi Ba’da Idulfitri untuk anggota pimpinan dan simpatisan Muhammadiyah. Ini kegiatan tingkat daerah, dan insyaallah akan ditindaklanjuti oleh pimpinan cabang dan ortom,” ujarnya.

Ia berharap kehadiran pimpinan pusat Muhammadiyah dapat menjadi penyemangat dalam menguatkan peran organisasi, baik dalam aspek keumatan maupun kebangsaan.

“Semoga ini menjadi spirit untuk meningkatkan kekhidmatan kita dalam mengelola urusan keumatan dan kebangsaan,” imbuhnya.

Agus juga mengungkapkan sejumlah program strategis Muhammadiyah Garut, di antaranya rencana pendirian rumah sakit Muhammadiyah, pengembangan perguruan tinggi menjadi universitas, serta penjajakan pembangunan pesantren bertaraf internasional.

Saat ini, Muhammadiyah Garut baru memiliki dua klinik, yakni Klinik Darul Arqam di Garut Kota dan satu klinik lainnya yang berada di bawah Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM).

Ke depan, layanan kesehatan akan diperluas ke wilayah Garut Utara, Garut Selatan, dan pusat kota, dengan target jangka panjang menghadirkan rumah sakit Muhammadiyah.

“Kita tidak hanya berhenti di klinik, tetapi ke depan harus mengarah pada hadirnya rumah sakit Muhammadiyah. Tipe apa pun, yang penting kita mulai,” tegasnya.

Selain sektor kesehatan, Muhammadiyah Garut juga menargetkan peningkatan status lembaga pendidikan tinggi menjadi universitas guna menjawab kebutuhan dakwah pendidikan di tingkat lanjut.

Pengajian ini sekaligus menjadi ruang refleksi arah gerakan Muhammadiyah Garut yang mulai mengembangkan paradigma baru, tidak hanya pada dakwah konvensional, tetapi juga pada penguatan ekonomi, kesehatan, dan pendidikan berbasis umat.

“Kita mencoba sesuatu yang baru, seperti dakwah ekonomi melalui badan usaha milik Muhammadiyah, serta penguatan sektor kesehatan,” pungkas Agus.

(Kontributor: Arif)

Berita Terkait