Nelayan tradisional di kawasan Pantai Malabero, Kota Bengkulu
Kota Bengkulu, Klikwarta.com - Puluhan nelayan tradisional di kawasan Pantai Malabero, Kota Bengkulu mengeluhkan banyaknya kapal pukat harimau (trawl) yang beroperasi di sekitar perairan Bengkulu.
Beroperasinya kapal-kapal tersebut membuat penghasilan para nelayan tradisional Kelurahan Malabero, Kecamatan Teluk Segara tersebut makin menyusut, dan ekosistem di terumbu karang terancam.
“Kami sering melihat kapal pukat harimau di sekitar perairan Bengkulu,” ujar Selamet (36), Minggu (26/02/2017).
Dia berharap pemerintah segera menindak tegas oknum nelayan yang memakai pukat harimau. "Larangan memakai trawl kan sudah ada," ujarnya.
Sementara disampaikan nelayan lainnya Riki (33), bila tidak ada nelayan yang memakai trawl, tangkapan ikan para nelayan tradisional sangat menjanjikan.
"Sekali melaut kita bisa mendapatkan 200 kg - 500 kg, bahkan bisa tembus 1 ton. Namun, semenjak marak nelayan pemakai trawl, tangkapan ikan kita merosot jauh sekali," keluhnya.
"Ini soal mata pencaharian. Kita nelayan kecil, tolong lebih diperhatikan. Pemerintah harus tegas menindak nelayan pemakai trawl,” tandasnya. (AJ)








