Mahkota Adat Arfak Warnai Pembukaan TMMD ke-130 Kodim 1808/Mansel

Selasa, 13/10/2026 - 13:21
Dansatgas TMMD ke-130 Kodim 1808/Mansel Letkol Czi Sunandar Parius Sudarmono mengenakan mahkota adat Arfak sambut Wakil Bupati Manokwari Selatan Mezak Inyomusi, pada Selasa (13/10)

Dansatgas TMMD ke-130 Kodim 1808/Mansel Letkol Czi Sunandar Parius Sudarmono mengenakan mahkota adat Arfak sambut Wakil Bupati Manokwari Selatan Mezak Inyomusi, pada Selasa (13/10)

Klikwarta.com, Manokwari Selatan -  Nuansa kearifan lokal mewarnai rangkaian kegiatan menjelang Upacara Pembukaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Tahun 2026 di Kabupaten Manokwari Selatan, Selasa (13/10/2026). Bertempat di Lapangan Garuda Ransiki, Jalan Sujarwo Condronegoro, S.H., Distrik Ransiki, prosesi penyambutan adat Arfak diberikan kepada Wakil Bupati Manokwari Selatan, Mesak Inyomusi, S.E., M.M., yang bertindak sebagai Inspektur Upacara.

Penyambutan berlangsung khidmat dan penuh penghormatan. Komandan Kodim (Dandim) 1808/Manokwari Selatan, Letkol Czi Sunandar Parius Sudarmono, S.E., M.I.P., M.M., secara langsung mengalungkan manik-manik Papua dan memasangkan mahkota adat Papua kepada Wakil Bupati sebagai bagian dari prosesi penyambutan tersebut.

.

Sebagai putra asli Arfak yang mengemban amanah sebagai Wakil Bupati Manokwari Selatan, Mesak Inyomusi mendapat sambutan yang sarat makna budaya. Prosesi ini menjadi simbol penghormatan kepada pemimpin daerah sekaligus bentuk pelestarian tradisi dan kearifan lokal masyarakat adat Arfak.

Lebih dari sekadar seremoni, penyambutan adat tersebut mencerminkan komitmen TNI untuk menghormati serta menjunjung tinggi adat istiadat dan budaya masyarakat di wilayah penugasan. Nilai tersebut selaras dengan ungkapan, “Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung,” yang mengajarkan pentingnya menghormati tradisi dan norma yang hidup di tengah masyarakat setempat.

.

Penyambutan adat Arfak juga menjadi gambaran eratnya hubungan antara TNI, Polri, pemerintah daerah, tokoh adat, dan masyarakat dalam mendukung pelaksanaan TMMD ke-130 Tahun 2026. Sinergi tersebut menjadi modal penting untuk menyukseskan program pembangunan desa, baik melalui pembangunan fisik maupun kegiatan nonfisik yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Melalui pendekatan yang mengedepankan nilai budaya dan kebersamaan, TMMD diharapkan tidak hanya menghadirkan pembangunan infrastruktur, tetapi juga memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat. Kedekatan emosional yang terbangun melalui penghormatan terhadap adat istiadat menjadi salah satu fondasi penting dalam menciptakan hubungan yang harmonis dan penuh kekeluargaan.

.

Pada akhirnya, penyambutan adat Arfak dalam rangkaian pembukaan TMMD ke-130 ini menjadi simbol bahwa pembangunan tidak hanya berbicara tentang kemajuan fisik, tetapi juga tentang penghormatan terhadap identitas budaya, persaudaraan, dan persatuan bangsa.

Di tengah keberagaman suku, bahasa, dan adat istiadat, semangat kebersamaan tersebut menegaskan bahwa seluruh elemen masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Semangat ini sejalan dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika, berbeda-beda tetapi tetap satu jua.

(Kontributor : Arif)

Berita Terkait