Anggota Komisi E DPRD Jatim Zainal Abidin
Klikwarta.com, Jatim - Indonesia sedang dihadapkan resesi akibat pandemi covid-19. Perusahaan melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) besar-besaran terhadap karyawannya karena merosotnya pendapatan.
Anggota Komisi E DPRD Jatim, Zainal Abidin mendorong Disnakertrans untuk memetakan karyawan yang di PHK untuk menghadapi resesi. Pemetaan ini untuk mengetahui jumlah dan karyawan yang telah di PHK. Selanjutnya di cover oleh Balai Latihan Kerja (BLK) untuk diberi skill sesuai keinginannya.
"Dalam rangka menghadapi PHK karena resesi sudah terjadi. Harus punya peta kira-kira yang PHK ada berapa, mana yang bisa di cover BLK," kata Zainal usai kunjungan kerja di BLK Singosari Malang.
Politisi asal Partai Demokrat itu menegaskan, BLK seharusnya tidak asal melatih anak muda saja. Tetapi harus mempunyai rencana yang matang dalam mencetak generasi muda yang handal dan berkredibilitas.
"Harus punya treatment khusus. Apalagi saat ini banyak PHK akibat pandemi covid-19 dan berujung resesi," tuturnya.
Mantan kepala Bappeprov Jatim itu menjelaskan, dalam perencanaan itu ada analisa kebutuhan yang tentunya selaras dengan program pelatihan.
Skill yang dimiliki generasi muda itu untuk menghadapi daya saing karena saat ini berbagai sektor industri mengalami penurunan.
"Menghadapi persaingan usaha karena saat ini bisa menjadi lebih kecil," tuturnya.
Dengan merosotnya ekonomi, Zainal optimis para buruh tidak akan terlalu banyak menuntut. Terutama dalam hal kenaikan gaji. Bagi buruh adalah hal yang terpenting adalah perusahaan tetap bisa exis. Mengingat saat ini sudah banyak yang kena PHK.
"Pekerja bisa memahami kalau usahanya lebih kecil maka tidak terlalu menuntut (gaji). Asalkan tetap exis (perusahaan)," paparnya.
Generasi muda yang telah mengikuti BLK, bisa berwirausaha sendiri. Mengingat Pemerintah banyak memberi bantuan. Seperti bansos, atau bantuan modal lainnya.
"Makanya bagaimana (BLK) sinergikan menghadapi PHK. Makanya BLK harus berperan," pungkasnya.








