Gus Adi Sapaan akrab Ahmad Silahuddin, Senin (20/6/2022).
Klikwarta.com, Jatim - Menjelang perayaan Idul Adha, Ketua Fraksi PPP DPRD Jawa Timur, Ahmad Silahudin mendesak Pemprov Jatim memberikan perhatian serius terhadap mewabahnya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Jatim.
Menurut Silahudin, jika penanganannya tidak massif, dikhawatirkan makin banyak perternak akan menderita. Mengingat peternak berharap keuntungan di hari raya Idul Adha.
“Sebentar lagi kan idul adha dan mereka panennya para peternak sapi, Kalau banyak ternak yang tidak diobati dan terkena PMK. Maka peternak akan sangat menderita,” kata Gus Adi Sapaan akrab Ahmad Silahuddin, Senin (20/6/2022).
Dia mengatakan, dari hasil pemantauan di lapangan, harga ternak di kalangan petani mulai menurun karena tengkulak membeli dengan harga yang rendah. Padahal, seharusnya, saat Idul Adha, kebutuhan akan hewan kurban seharusnya melonjak.
“Kalau mereka menjual di pasaran ditawar rendah. Petani mengalami kerugian. Padahal kalau permintaan naik seharusnya harga menjadi ikut naik,” kata Gus Adik.
Putra dari Bupati Jombang ini berharap agar Pemprov Jatim memberikan edukasi yang baik bagi para peternak agar bisa menyembuhkan ternaknya dari penyakit PMK.
Sosialisasi yang massif dan adanya vaksinasi sangat penting, supaya ternak yang tersisa bisa terhindar dari PMK dan ekonomi petani bisa pulih. Disamping itu, bantuan obat-obatan harus digelontorkan supaya sapi yang sakit dapat segera tertangani.
“Jadi Dinas Peternak Jatim harus turun tangan mengedukasi supaya peternak bisa mengobati ternaknya dan tidak dijual dengan harga murah,” tuturnya.
Menurut anggota DPRD Jatim dari Dapil Jombang dan Mojokerto ini bahwa vaksinasi yang massif harus segera dilakukan. Hal ini agar penyakit itu bisa mereda, sehingga ekonomi masyarakat bisa bangkit.
“Saya dengar vaksinasi sudah bisa dilakukan, ini yang harus dkejar supaya sapi sapi yang ada bisa sehat,” tambahnya.
Selain vaksinasi, peternak yang sapinya mati diusulkan mendapat bantuan dari Pemprov Jatim, sehingga bisa tetap berusaha dan memperoleh penghasilan untuk kebutuhan sehari-hari.
“Seperti peternak sapi perah, mereka kan mengandalkan susu untuk pemasukan sehari-hari. Jadi saya kira harus ada bantuan modal. Modal itu penting agar mereka bisa usaha lain dan memperoleh penghasilan,” pungkas Anggota Komisi A DPRD Jatim.
(Pewarta: Supra)








