Wakil Bupati Brebes Saat Menghadiri Pelatihan Jaringan Fiber Optik
Klikwarta.com, Brebes - Menuju Brebes Smart City, puluhan siswa dan guru SMK di Brebes diberikan pembelajaran tentang Instalasi Jaringan Fiber Optik (FO). Mereka diharapkan nantinya mampu menerapkan dan menularkannya kepada siswa maupun teman sebayanya agar mampu mendayagunakan jaringan optik tanpa hambatan oleh tenaga ahli dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dan Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (Apjatel) Jakarta selama empat hari di Aula SMK N 1 Brebes, Senin (26/8).
Fiber optik merupakan infrastruktur telekomunikasi yang penting, yang biasanya dipakai para pelaku bisnis yang menginginkan koneksi berkecepatan tinggi tanpa hambatan untuk mendukung proses bisnis perusahaan. Kenyataan di lapangan, tidak mudah mendapatkan siswa lulusan SMK yang handal atau tenaga siap pakai untuk menangani jaringan FO.
“Saya yakin, para siswa yang mengikuti pelatihan dengan baik dan setelah lulus nanti akan menjadi tenaga yang handal siap pakai oleh industry, apalagi Brebes menuju Smart City dan Kota Industri,” harap Wakil Bupati Brebes Narjo.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Kabupaten Brebes Johari SH menambahkan, pelatihan ini sebagai upaya mewujudkan Brebes Smart City. Kegiatan tersebut disambut hangat guru dan siswa SMKN 1 Brebes, SMK Bisma Kersana dan SMK Ma’Arif NU 01 Wanasari.
Direktorat Pengembangan Pita Lebar Kementerian Kominfo Ary Budi Sulistyo ST MM menyatakan, Kementrian Kominfo mempunyai tugas dalam rencana pita lebar nasional. Dimana targetnya penggunaan fixed broadband hingga 21 persen, dan ini salah satu rencana aksi untuk mencapai target tersebut.
“Pelatihan ini mempunyai nilai strategis dalam rangka penguatan SDM di bidang TIK. Salah satu upayanya yakni pengembangan kompetensi di bidang instalasi jaringan komunikasi pita lebar berbasis fiber optik. Nantinya ini bisa diterapkan untuk instalasi kabel rumah atau gedung,” ungkapkannya.
Ary memamparkan, Pelatihan ini akan memberikan pengetahuan baru bagi siswa maupun guru utamanya meningkatan kompetensi dan sebagai nilai plus bagi siswa di pasar tenaga kerja. (*)








