Pangdam IX/Udayana Pimpin TFG Pengamanan WWF Ke 10 di Bali

Senin, 13/05/2024 - 21:50
Pangdam IX Udayana Mayjen TNI Bambang Trisnohadi,
Pangdam IX Udayana Mayjen TNI Bambang Trisnohadi,

Klikwarta.com, Denpasar - Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Water World Forum (WWF) ke 10 tahun 2024 yang akan digelar di Bali pada tanggal 18-25 Mei 2024 mendatang akan menjadi momentum penting bagi Indonesia pada khususnya dan dunia pada umumnya terus meningkatkan tata kelola air. Tema WWF ke-10, yakni Water Shared for Prosperity, menunjukan perhatian serius dunia global akan manajemen isu air demi kepentingan masa depan air untuk kesejahteraan bersama.

Kodam IX/Udayana sebagai Satuan Tugas (Satgas) Pengamanan Wilayah dan Evakuasi Pam VVIP dalam KTT WWF sudah melaksanakan berbagai kesiapan menjelang event internasional ini, karena sebuah kehormatan sekaligus kepercayaan yang diberikan oleh dunia internasional kepada Bali sebagai tuan rumah forum lintas batas terbesar di dunia.

Setelah paginya memimpin Apel Gelar Pasukan Pengamanan WWF Ke 10 di lapangan Puputan Renon, Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Bambang Trisnohadi siangnya melanjutkan memimpin Tactical Floor Game (TFG) Pengamanan VVIP KTT WWF ke 10 di Aula Supardi Makodam IX/Udayana, Jl. Udayana No. 1 Denpasar, Senin, (13/5/2024).

.

Pangdam dalam amanatnya menyampaikan bahwa TFG ini bertujuan untuk menyusun taktik dan strategi yang akan diterapkan dalam pelaksanaan pengamanan KTT WWF Ke 10. Selain itu kegiatan ini dapat digunakan sebagai wahana koordinasi dalam perencanaan operasi agar masing-masing Subsatgas, mengetahui peran dan fungsinya untuk menyukseskan serta mendukung kelancaran pelaksanaan KTT WWF Ke 10 di Bali.

“Pada saat saya dan Kapoksahli menghadiri TFG yang dipimpin oleh Kasum TNI di Jakarta, ada beberapa kesiapan-kesiapan yang perlu  kita sempurnakan, sedangkan ditempat terpisah dalam rapat terbatas dengan Presiden RI menyampaikan beberapa hal penekanan penting tentang penyiapan WWF yang perlu menjadi perhatian kita bersama diantaranya perlu dievaluasi tentang pelaksanaan kegiatan KTT AIS maupun G20 bisa dijadikan pengalaman sehingga kegiatan KTT WWF Ke 10 bisa lebih baik dan lebih tertib karena kita ketahui bahwa kapasitas tempat terbatas sedangkan delegasi nanti yang akan hadir kemungkinan akan lebih banyak”, ujar Pangdam. 

Lebih lanjut Pangdam menyampaikan bahwa sekarang masih ada waktu untuk menyiapkan hal-hal yang masih kurang supaya segera diperbaiki sehingga pada saat pelaksanaannya nanti tidak terdadak. Dalam TFG ini juga dibuat situasi kemungkinan bagaimana penanganan bencana gempa bumi, bencana Gunung Agung meletus dan erupsi, kemudian bagaimana menghadapi unjuk rasa mungkin terorisme dan lain sebagainya jadi kita ingin melihat agar kita semua tahu apa yang menjadi tugas dan tanggung jawab kita semua. 

"Maka di TFG inilah kita bisa mengetahui celah-celah mana yang sekiranya belum tertutupi, serta hal-hal atau faktor-faktor kritis yang perlu kita pecahkan bersama solusinya, sehingga saya menekankan kepada seluruh peserta agar dapat melaksanakan TFG ini dengan serius dan penuh rasa tanggung jawab", tegas Pangdam.

Kegiatan TFG dilanjutkan dengan penjelasan update perkembangan situasi di wilayah Bali dan sekitarnya oleh Asintel Kasdam IX/Udayana. Sedangkan, Asops Kasdam IX/Udayana menjelaskan tentang update konsep operasi dan pembagian tugas. Sementara dari BMKG Bali memaparkan terkait update situasi potensi bencana alam. Kemudian, dilaksanakan Olah Yudha yang merupakan inti dari kegiatan tersebut.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut diantaranya : Kapok Sahli Pangdam IX/Udayana, Danrem 163/WSA, Asrendam IX/Udayana, para Asisten Kasdam IX/Udayana, Dan/Kabalakdam IX/Udayana, BPBD Provinsi Bali, PT. PLN Bali, Komut Garuda, Staf BIN, BMKG Provinsi Bali, Pengelola GWK, Pengelola Tahura dan GM Hotel Nusa Dua. 

(Kontributor : Arif)

Related News