Pj Sekda Trenggalek Kunjungi Desa Wisata Pertanian Terpadu di Gading

Selasa, 15/02/2022 - 20:53
Penjabat Sekda Kabupaten Trenggalek, Dr. Andriyanto, SH., M.Kes, saat mengunjungi Desa wisata pertanian terpadu, Desa Gading, Selasa (15/2/2022) (Foto : Hardi Rangga, klikwarta.com)

Penjabat Sekda Kabupaten Trenggalek, Dr. Andriyanto, SH., M.Kes, saat mengunjungi Desa wisata pertanian terpadu, Desa Gading, Selasa (15/2/2022) (Foto : Hardi Rangga, klikwarta.com)

Klikwarta.com, Trenggalek - Penjabat (Pj) Sekda Kabupaten Trenggalek, Dr. Andriyanto, SH., M.Kes, kunjungi Desa wisata pertanian terpadu, inovasi yang dikembangkan Desa Gading, Kecamatan Tugu, Kabupaten Trenggalek, Selasa (15/2/2022). 

Meskipun terlihat sederhana, pertanian terpadu yang dikembangkan oleh Desa Gading mampu menjadi sarana wisata edukasi. Inovasi Desa Gading terbilang sangat menarik. Salah satunya embung di desa ini yang dikembangkan menjadi sebuah destinasi wisata. Tanpa menghilangkan fungsi dari bangunan penampung air baku yang difungsikan untuk irigasi persawahan.

"Sebenarnya Desa Gading, mempunyai inovasi yang sangat bagus dan rencananya pada tanggal 25 Februari ini mengundang Bupati Trenggalek beserta forkopimda untuk coffee morning, namun karena di wahana desa wisata ini ada sedikit longsor, maka kegiatan ini diurungkan", ucap Pj Sekda, kepasa Wartawan.

"Konsep desa wisata pertanian terpadu yang diusung Desa Gading cukup luar biasa, kepala desanya cukup inovatif, sehingga desanya bisa lebih maju, apalagi konsepnya tidak hanya sekedar desa wisata, melainkan wisata berbasis edukasi", imbuhnya.

Pengunjung di destinasi wisata Desa Gading bisa melihat dan belajar bagaimana membuat pupuk organik, serta bagaimana bisa mengolah sampah menjadi bahan bakar. Kemudian lahan yang sempit juga mampu dimanfaatkan dengan maksimal, sehingga masyarakat di sekitar bisa meningkatkan ekonomi, serta meningkatkan konsumsi protein untuk anggota keluarganya.

"Caranya bagus sekali, dalam lahan yang sempit budidaya lele dilakukan, diatasnya difungsikan untuk menanam sayur, ini konsep yang sangat sederhana, akan tetapi belum tentu bisa dilakukan oleh desa yang lain", tutup Adriyanto.

Di tempat yang sama, Kades Gading, Wiryanto menambahkan upaya yang dilakukan bersama warga itu, meneruskan petunjuk BPPT Jatim untuk membuat edukasi pertanian secara terpadu. Yang semula terpisah kemudian dikumpulkan dalam satu lokasi pertanian terpadu.

"Sekarang karena disitu ada beberapa edukasi, kita namakan Gading Education Park. Tapi ini lebih spesifik kepada bidang pertanian", terang Kades.

Konsep Gading Education Park sendiri, kata dia, diinisiasi karena masyarakat tidak bisa meninggalkan pertanian hingga sekarang, sebagaimana visi misi yang diusung,  "Mewujudkan desa yang maju dan mandiri". Jadi dengan kata-kata mandiri itu, Desa Gading ingin mengolah dan mengembangkan potensi yang ada demi pemenuhan kebutuhan masyarakat. 

"Kemudian bukan berarti mandiri itu menolak bantuan pemerintah, namun Desa Gading berupaya untuk mensupport masyarakat menggali potensi yang ada", demikian Kades Gadung.

Pewarta : Hardi Rangga

Berita Terkait