Sederet Tokoh Besar Nasional yang Identik dengan Blitar (Ilustration Pict Created by Klikwarta.com)
Klikwarta.com, Kota Blitar - Kabupaten Blitar dan Kota Blitar memang bisa dibilang gudangnya para pembesar negara dan bangsa Indonesia.
Bagaimana tidak, di Kabupaten Blitar sebut saja, telah menyimpan jejak-jejak peninggalan kerajaan besar nusantara seperti Majapahit. Di Candi Simping misalnya, di sana terdapat petilasan ditempatkannya atau didharmakannya perabuan jasad Raden Wijaya yang juga pendiri dan raja pertama kerajaan Majapahit.
Kemudian juga situs candi Penataran di Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar, yang masih menjadi satu kesatuan daripada perjalanan sejarah kerajaan besar nusantara yakni kerajaan Majapahit. Ini sekelumit cerita besar sejarah nusantara yang ada di Kabupaten Blitar.
Jika di Kota Blitar, tentu tidak asing dengan sebutan Bumi Bung Karno. Wilayah dengan tiga kecamatan ini meski mungil daerahnya, nyatanya juga mampu melahirkan pemimpin besar Indonesia seperti mantan Wakil Presiden Republik Indonesia Boediono yang asli putra daerah Kota Blitar.
Ada Presiden pertama Republik Indonesia Soekarno yang dimakamkan di Kelurahan Sentul, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar. Bahkan, saat masa kecilnya sang Proklamator kemerdekaan Indonesia ini pernah singgah hidup di rumah orang tuanya di dalem Gebang atau sekarang disebut Istana Gebang yang terletak di Jalan Sultan Agung, sekitar 3 kilometer sebelah selatan makam Bung Karno.
Saking besarnya jasa-jasa Bung Karno terhadap berdirinya dan berlangsungnya negara Indonesia, Kota Blitar menjadi patron baru nasional untuk menggali spirit perjuangan bangsa dan besarnya nasionalisme Soekarno yang makamnya ada di Kota Blitar itu. Bahkan, juga ada Perpustakaan Nasional Proklamator Bung Karno yang menyimpan literasi gagasan, pemikiran dan jejak-jejak tulisan Soekarno semasa hidupnya.
Selain sang Proklamator kemerdekaan Indonesia Bung Karno dan mantan Wapres RI Boediono, Kota Blitar juga menyimpan kenangan dan menjadi saksi bisu daripada perjuangan pahlawan PETA (Pembela Tanah Air) Sudanco Soeprijadi yang memimpin pemberontakan melawan tentara Jepang saat menjajah Indonesia pada masa pergerakan nasional bersama pasukan tentara PETA.
Kurang lebih, Sudanco Soeprijadi saat itu memimpin pemberontakan melawan tentara Jepang sebagai penjajah Indonesia di Kota Blitar, berada di sebelah selatan Taman Makam Pahlawan (TMP), atau yang sekarang menjadi monumen PETA di Jalan Sudanco Soeprijadi Kota Blitar. Memang Kota Blitar benar-benar situsnya jejak kemerdekaan Indonesia ya.
Nah, kalau yang tokoh satu ini, bisa dibilang sosok yang serba bisa sih. Meski saat ini telah menjadi politisi dan politikus ulung dan mantan wakil bupati dan bupati Kabupaten Bandung Barat, dia awalnya menapaki karir sebagai seorang publik figur di awal tahun 2.000-an. Dia juga seorang model dan aktor papan atas Indonesia nih.
Penasaran siapa ? yaa siapa lagi kalau bukan Hengki Kurniawan. Pria asli Kota Blitar ini memang sosok multitalenta Indonesia yang sekarang sudah fokus ikut berkontribusi membangun negeri melalui jalur politik sebagai pemimpin di daerah bersama PDI Perjuangan, partai yang menaunginya.
Putra dari pasangan Leo Medhi Purwanto dan Rita Suprihatin ini sejak lahir, sekolah dari TK hingga SMA di Kota Blitar. Alumnus SMA Negeri 2 Kota Blitar ini kemudian merantau ke Jakarta awal tahun 2.000-an mengadu nasib yang kemudian sukses menjadi seorang publik figur besar dan pernah berjaya pada masanya meski kini masih menyala dengan karya yang dia punya.
Pada tahun 2018 melalui ajang Pemilihan Kepala Daerah serentak, Hengki terpilih sebagai Wakil Bupati Bandung Barat ke- 3 berpasangan dengan Aa Umbara Sutisna sebagai Bupati Bandung Barat. Hengki resmi menjabat Wakil Bupati Bandung Barat tanggal 20 September 2018 hingga 13 April 2021.
Kemudian berjalannya dinamika kepemimpinan di Bandung Barat saat itu, Hengki resmi menjadi Pelaksana tugas atau Plt. Bupati Bandung Barat sejak 13 April 2021 sampai 7 November 2022, yang kemudian ia secara definitif dilantik sebagai Bupati Bandung Barat ke- 3 pada tanggal 7 November 2022, dan bertugas sebagai Bupati Bandung Barat hingga 20 September 2023.
Kini, Hengki kembali menjajagi dunia pengabdian kepada masyarakat sebagai calon kepala daerah di Kabupaten Blitar dan Kabupaten Bandung Barat lewat penjaringan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati di partai PDI-P masing-masing daerah tersebut. Meski belum resmi menerima rekomendasi dari DPP PDIP untuk maju sebagai calon bupati, Hengki digadang-gadang akan ditugaskan partai di Blitar.
Rumor yang beredar, Hengki akan diberikan tugas DPP PDIP maju sebagai calon Walikota Blitar pada Pilkada tahun ini. Belum diketahui juga Hengki akan berpasangan dengan siapa pada Pilwali Kota Blitar itu. Sebelumnya, ia telah mendaftar sebagai bakal calon Bupati Blitar di PDIP Kabupaten Blitar pada 7 Mei 2024.
Terkait pendaftarannya ke kantor DPC PDIP Kabupaten Blitar sebagi bakal calon Bupati Blitar ini adalah panggilan pengabdian kepada masyarakat Kabupaten Blitar untuk menuju daerah yang lebih maju dan sejahtera masyarakatnya melalui strategi khusus dari pihaknya.
"Di sini (Blitar) semangatnya teman-teman luar biasa. Dan juga semangat perubahan, semangat merebut kembali kemenangan. Selebihnya kami menyerahkan sepenuhnya di DPP memutuskan," kata Hengki saat daftar Bacabup sebulan lalu.
Dia juga mengaku motivasi mencalonkan diri sebagai Bupati Blitar adalah semangat membangun Kabupaten Blitar menuju daerah yang semakin maju, ekonomi yang makin kuat, berdaya saing dan tingkat kesejahteraan masyarakat meningkat. Apalagi, Hengki sendiri merupakan tokoh asli dari Blitar.
"Jadi saya melihat semangat relawan di Bandung Barat dan Kabupaten Blitar luar biasa dan saya lebih mengapresiasi semangat teman-teman di sini (Blitar). Kalau melihat di Bandung Barat alhamdulilah. Dua tahun ini dengan waktu yang mepet berbagai penghargaan saya terima dari provinsi, dari Bapak Jokowi, pertumbuhan ekonomi bisa kita tingkatkan sampai investasi bisa masuk sampai 12 Triliun tahun 2022. Ya prestasi di sana kita alhamdulilah," ujar.
Lantas Hengki akan berlabuh di Kota atau Kabupaten Blitar, atau bahkan Bandung Barat, kita tunggu saja keputusan resmi dari DPP PDIP kepada Hengki Kurniawan ya akan diberikan rekomendasi ke mana.
(Pewarta : Faisal NR)








