Sekretaris Utama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Dr. Rustian, S.Si., Apt., M.Kes. (jaket hitam) melakukan koordinasi dengan Satgas Penanganan Karhutla Provinsi Riau di Lanud Roesmin Nurjadin, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, Minggu (14/6)
Klikwarta.com, Pekanbaru - Sekretaris Utama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Dr. Rustian, S.Si., Apt., M.Kes. melakukan koordinasi dan peninjauan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Lanud Roesmin Nurjadin, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, Minggu (14/6).
Kegiatan ini dilakukan untuk mengetahui perkembangan kejadian karhutla di Provinsi Riau serta kesiapan dan kesigapan tim operasi pemadaman karhutla.
Pada kesempatan ini Rustian mendapatkan pemaparan dari Komandan Satgas Udara Karhutla Riau Kolonel Pnb Andry Setiawan, dalam pemaparan ini disampaikan perkembangan penanganan karhutla di Riau menuju trend positif dengan tidak adanya luas lahan terbakar yang bertambah dalam satu pekan terakhir.
Merespon hal tersebut, Rustian menyampaikan apresiasi atas upaya yang dilakukan Satgas Karhutla Riau sehingga saat ini kondisi Riau sedang dalam situasi yang kondusif, ini diharapkan berlangsung terus hingga musim kemarau berakhir, yang artinya penanganan darurat kebakaran hutan di Riau dapat berhasil dengan sedikitnya cakupan lahan yang terbakar dan menurunya dampak dari tahun-tahun sebelumnya.
Lebih lanjut dirinya mengatakan Riau merupakan salah satu wilayah yang menjadi perhatian khusus karena rawan terjadi karhutla, oleh karena itu satgas karhutla diimbau tetap mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik, meskipun saat ini sedang dalam kondisi yang aman dari karhutla. BNPB pun siap mendukung tambahan kebutuhan yang diperlukan oleh Satgas Karhutla Riau guna mendukung penanganan.
Selanjutnya, Sekretaris Utama meninjau alutsista yang digunakan untuk melakukan operasi udara. BNPB tahun ini telah menyiapkan tujuh unit armada selama operasi penanganan karhutla dengan rincian digunakan untuk patroli udara satu unit helikopter dan satu unit pesawat caravan, sementara itu total lima unit helikopter digunakan untuk opreasi _water bombing_ di Riau, namun saat ini tersisa empat karena satu unit helikopter diperbantukan untuk penanganan karhutla di Provinsi Aceh. (**)








