DPW Partai Gelora Jatim
Klikwarta.com, Surabaya - Kendati sebagai partai baru dan belum pernah mengikuti pemilu serta memiliki kursi di parlemen, posisi Partai Gelora di hajatan Pilkada serentak tahun 2020 ini cukup diperhitungkan.
Ini bisa dilihat dari 19 pilkada serentak di Jawa Timur, DPW Partai Gelora Jatim pada minggu pertama bulan September tahun 2020, telah menyerahkan rekomendasi kepada 14 pasangan calon kepala daerah dan wakil kepala daerah di Jatim. Diantaranya, Sidoarjo, Gresik, Lamongan, Tuban, Pasuruan, Situbondo, Banyuwangi, Sumenep, Kota blitar, Ngawi, Pacitan, Trenggalek, Mojokerto dan Jember.
Sedangkan 5 DPD Partai Gelora kabupaten/kota yang belum menentukan pilihan karena masih proses komunikasi pilitik dengan kontestan Pilkada. Salah satunya DPD Partai Gelora Kota Surabaya.
Ketua DPW Partai Gelora Jatim, Muhamad Sirot mengatakan bahwa pihaknya harus mempertimbangkan secara matang dukungan terhadap calon walikota surabaya, sebab kedua calon nyaris memiliki point dan bobot yang sama, baik dari sisi kapasitas maupun kapabilitas.
Surabaya kota kedua setelah Jakarta dengan APBD terbesar kedua setelah DKI Jakarta, sehingga Kota Surabaya harus dipimpin oleh walikota yang tepat dan hebat. Karena itu Partai Gelora Surabaya masih terus melakukan komunikasi dan membangun kesefahaman kepada kedua calon, baik MA maupun Eri, agar pilihan kami kelak tidak salah.
“Kami membawa amanah dari kader dan relawan Partai Gelora Surabaya yang jumlahnya cukup besar. Gelora Surabaya tidak bisa dipandang sebelah mata, karena kami punya kekuatan hingga di akar rumput,” kata Sirot saat dikonfirmasi Senin (7/9/2020).
Mantan anggota DPRD Jatim ini mencontohkan, jumlah pengurus DPD Partai Gelora Kota Surabaya saja ada 120 orang, belum DPC, ranting hingga TPS. “Alhamdulillah kami sdh memiliki 100 persen kepengurusan DPC, 60 persen ranting dan 3- 5 relawan berbasis TPS- TPS,” beber Sirot.
Saat ditanya apa kriteria umum dukungan Partai Gelora kepada para calon kepala daerah?, Dengan lugas politisi sekaligus pendiri pesantren Bisnis ini mengatakan bahwa pertimbangan Partai Gelora memilih calon kepala daerah adalah Kapasitas kepemimpinan calon, Kapabilitas dan Komitmen kerakyatan.
(Pewarta : Supra)








