Terungkap Kasus Orang Tua Paksa Anak Mengemis, Ibu 'Nyabu' Ayah Judi

Jumat, 20/09/2019 - 22:31
Kasat Reskrim AKP T Indra Herlambang saat memberi Konfrensi Pers
Kasat Reskrim AKP T Indra Herlambang saat memberi Konfrensi Pers

Klikwarta.com, Lhokseumawe - Penyidik Reskrim Polres Lhokseumawe menggelar konferensi Pers kasus dugaan penganiayaan dan eksploistasi anak yang dilakukan oleh sepasang suami istri asal Gampong Tumpok Teungoh, Kecamatan Banda Sakti, Jumat (20/9/2019) sore.

Kasat Reskrim AKP Indra T Herlambang menjelaskan, Uli (38) dan M Ismail (38)    sudah ditetapkan sebagai tersangka penganiayaan dan ekploitasi terhadap MS (9). Keduanya dijerat dengan pasal 88 Jo pasal 76 huruf (i) UU RI no.35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No.23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dan Atau pasal 44 ayat (1) Jo pasal 45 ayat (1) UU RI nomer 23 tahun 2004 tentang P-KDRT Jo pasal 65 KUHP.  

“Ancaman penjara maksimal 10 tahun atau denda sebanyak Rp 200 juta. Ancaman hukuman itu kurungan bisa bertambah, ini juga bisa bertambah 1/3 karena korban merupakan anak dibawah umur," kata Indra T Herlambang.

Baca Juga: Dirantai dan Dianiaya, Orang Tua Paksa Anak Mengemis Diduga Untuk 'Nyabu'

Hasil penyelidikan lainnya, korban mengalami kekerasan fisik menyebabkan luka disekujur tubuh dan itu sudah dilakukan sejak 2 tahun lalu, saat korban masih berusia 6 tahun. 

“Ada bekas luka robek di bagian kepala , ada beberapa tidak hanya satu, kemudian bekas luka di sekujur tubuhnya,” sebut Indra.

Kemudian setelah tes urin, ibu korban diketahui positif mengkonsumsi sabu-sabu, sedangkan ayah tirinya sering menggunakan uang hasil mengemis korban untuk berjudi. Sejumlah barang bukti yang disita berupa, palu, gelas, tali dan rantai. Palu digunakan untuk menganiaya korban. 

“Tersangka ibunya mengaku terpaksa merantai  MS, karena selalu keluar  rumah untuk mengemis, namun faktanya lain, tersangka tidak punya penghasilan dan menerima uang dari hasil usaha korban,” terangnya lagi.

Katanya, saat ini korban serta adiknya yang masih berumur 1 tahun sudah diserahkan ke pihak Dinas Sosial Kota Lhokseumawe.

Indra menghimbau kepada masyarakat, bila menemukan ada orang tua atau pihak tertentu yang menganiaya anak serta mengeksploitasi anak untuk mendapatkan uang seperti kasus yang sedang ditangani saat ini segera melapor ke pihak terkait, seperti aparatur desa, Babinsa, Babinkantibmas bahkan bisa langsung ke Polsek setempat.

"Jangan takut, bila ada kasus seperti ini, segera laporkan segera pihak terkait dan kami akan proses sesuai aturan,” pungkasnya.

Untuk diketahui, seorang bocah di Gampong Tumpok Teungoh, Lhokseumawe, MS (9) dianiaya ibu kandungnya dan ayah tirinya. Korban dipaksa mengemis dengan ancaman akan dirantai atau dipukul. Bahkan korban juga tetap dianiaya bila tak bawa pulang uang sebesar Rp 100 ribu. (waldi)

a

TMMD

 

Related News