Bentangkan Spanduk, Ratusan Pedagang Pasar D1 Ketahun Tagih Janji Bupati

Kamis, 13/07/2017 - 00:50
Aksi unjuk rasa Ratusan Pedagang Pasar D1 Giri Kencana Ketahun Bengkulu Utara, Senin (10/07).

Aksi unjuk rasa Ratusan Pedagang Pasar D1 Giri Kencana Ketahun Bengkulu Utara, Senin (10/07).

Bengkulu Utara, Klikwarta.com - Ratusan pedagang Pasar D1 Giri Kencana, Kecamatan Ketahun, Kabupaten Bengkulu Utara menggelar aksi unjuk rasa dengan membentangkan spanduk tutut janji Bupati Bengkulu Utara, Senin (10/07). Dilansir Liputanbengkulu.com, dalam aksi unjuk rasa tersebut, para pedagang menyampaikan tiga point tuntutan. 

Pertama, para pedagang meminta pihak Pemkab Bengkulu Utara mengalihkan pembangunan pasar baru dilokasi yang belum ditempati oleh pedagang. Kedua, jika memang pembangunan pasar tetap akan dilakukan, disesuaikan dengan kebutuhan dan harapan para pedagang (Ukuran, Jumlah dan Tata Letak).

Ketiga, para pedagang menuntut janji Bupati untuk mengembalikan 26 Kios Auning terminal yang direlokasikan, untuk dikembalikan ke tempat semula. (Sesuai dengan hasil rapat di Balai Desa Giri Kencana).

Dijelaskan Ketua Perwakilan para pedagang, Fendrahadi, bahwa para pedagang tersebut menuntut janji Bupati BU saat akan membangun Pasar Tradsional KTM Lagita. Yang mana sebelumnya, Bupati BU, Ir. Mian berjanji akan mengembalikan 26 Kios yang Direlokasikan 3 bulan usai pengaspalan terminal Ketahun. 

"Sesuai dengan hasil rapat bulan september 2016 dibalai Desa Giri Kencana. Jika Pengaspalan selesai, mangka 26 Kios Pedagang dikembalikan ke tempat semula. Ini sudah masuk bulan ketujuh, tapi tak kunjung direalisasikan janji tersebut,” jelas Fendrahadi.

Ditambahkanya, Terkait Pembangunan Kios baru dilokasi yang sama (Giri Kencana), para pedagang bukan hendak menolak atas rencana pembangunan itu. Namun, simpang siur atas jumlah pembangunan kios baru menjadi polemik bagi para pedagang.

“Untuk diketahui, jumlah kios yang terletak di bawah terminal berjumlah 214 unit berdasarkan data yang kita peroleh dari UPT Pasar KTM LAGITA Ketahun, jika pembangunan yang ada tidak sesuai dengan jumlah pedagang, bukan tidak mungkin akan menimbulkan permasalahan baru,” terangnya.

Dilanjutkanya, terlebih lagi, jika dalam pembangunannya, 214 unit kios akan digusur, dipastikan akan menimbulkan gejolak. ini yang menimbulkan kegelisahaan para pedagang. Terlebih hingga saat ini belum ada sosialisasi atas rencana pembangunan baru pasar moderen KTM Lagita dilokasi pasar D1 Giri Kencana Ketahun.

“Intinya, pihak kita dari 214 pedagang yang menempati kios dilokasi Pasar tidak menolak pembangunan pasar, akan tetapi dalam pembangunan diharapkan sesuai dengan harapan para pedagang,” pungkasnya. (Aan)

Berita Terkait