Cegah Pandemi Covid-19, Simak Ini ! 

Selasa, 17/03/2020 - 20:25
ilustrasi

ilustrasi

Klikwarta.com - Soal Pandemi Covid-19 semakin hari semakin menimbulkan ketakutan bagi setiap orang untuk selalu waspada. Memang, virus yang menyebar cepat dari Wuhan China ini cukup menimbulkan berbagai ketidakstabilan situasi. 

Namun, anda tak perlu terlalu khawatir. Pemerintah telah menyiapkan segala sesuatunya guna mencegah penyebaran virus tersebut. Mulai dari fasilitas medis maupun tim yang melakukan penanganan khusus.

Penting bagi anda untuk terus memperhatikan lingkungan anda dan juga ruang gerak aktivitas anda maupun keluarga anda. Kebersihan diri anda dan juga lingkungan tentu menjadi penting untuk menangkal penyebaran virus ini.

Pastikan diri anda bersih !

Selain menjaga stamina dan juga daya tahan tubuh, anda tentu juga harus membiasakan diri pola hidup sehat dan bersih. Bukan pada diri anda saja, pastikan keluarga dan lingkungan sekitar anda juga diedukasi dengan hal yang sama. Ajak mereka untuk selalu mencuci tangan setelah beraktifitas dan gunakan 'Hand Sanitizer'. 

Disamping itu, bersihkan pula lingkungan sekitar anda. Bukan hanya untuk mencegah virus corona saja, lingkungan bersih juga baik untuk kesehatan anda.

Kurangi Aktivitas Berkumpul

Mengurangai aktivitas berkumpul diluar, misal ngopi bareng, pertemuan-pertemuan, nongkrong bareng dan lain sebagainya. Ada baiknya segera anda kurangi. Agar anda semakin terhindar dari penyebaran virus corona ini. Karena tidak menutup kemungkinan virus ini sudah ada di sekitar anda.

Namun, bagi anda yang melakukan antivitas berkumpul. Pastikan, setelah itu anda segera membersihkan diri anda. Disamping itu, saat berjumpa dengan rekan kerja atau teman-teman anda, biasakan untuk bersalam hidayah, seperti yang diajarkan Walikota Bengkulu Helmi Hasan. Artinya, bersalam tanpa harus berjabat tangan. Ini guna tidak berkontak fisik, sehingga virus tidak menular kepada anda.

Update Informasi (Tanggap, Telaah dan Teliti)

Selalu update informasi soal perkembangan Covid-19. Dalam membaca informasi baik dari pesan medsos maupun dari pemberitaan-pemberitaan. Pastikan anda menelaahnya terlebih dahulu. Jangan sampai anda menjadi penyebar hoax, saring semua informasi yang sampai kepada anda baik melalui Medsos maupun media online dan lain sebagainya.

Simak terlebih dahulu, jangan anda sebarkan sebelum anda mendapatkan kepastian keakuratan sebuah informasi. Bila informasi anda rasa kurang valid, bertanyalah kepada orang yang mungkin anda rasa lebih kompeten mengetahui informasi yang tersampaikan kepada anda. 

Hal ini tentu sangat penting, agar tidak terjadi penyebaran hoax (informasi bohong). Sehingga anda juga berperan mengedukasi masyarakat, minimal tidak ikut meresahkan masyarakat atas sebaran-sebaran konten yang tidak valid.

Jangan Panik, Tetap Waspada !

Cukup tingkatkan kewaspadaan anda. Jangan terlalu takut, sekalipun ada informasi terkait suspect virus corona.

Karena, pasien suspect corona akan mendapatkan penanganan khusus. Pemerintah dan jajaran kepolisian telah menyiapkan berbagai langkah penanganan. Begitu juga terkait sarana dan prasarana medisnya. Baik itu ruang observasi, isolasi maupun fasilitas medis lainnya.

Disamping itu, anda juga perlu mengetahui, bahwa dalam penanganan Covid-19 dibedakan menjadi tiga kateori seperti yang dijelaskan Direktur Rumah Sakit M.Yunus, dr. Zulkimaulub Ritonga, yakni : Orang Dalam Pemantauan (ODP), Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan Suspect. 

ODP yakni pasien yang masih dalam observasi selama beberapa hari setelah yang bersangkutan melakukan kontak atau bepergian kewilayah terjangkit virus corona.

PDP yakni pasien yang masuk dalam tahap perawatan karena sudah menunjukkan gejala, demam, batuk, pilek, radang maupun sesak napas.

Suspect yakni pasien yang sudah terbukti positif terjangkit infeksi Covid-19.

Khusus bagi anda yang dekat dengan pasien suspect corona, pastikan anda menggunakan masker, menjaga jarak dan tidak melakukan kontak fisik.

Nah, mari bersama jaga kesehatan dan kebersihan lingkungan kita, edukasi masyarakat, selalu waspada terkait Covid-19 dan tidak panik. (Redaksi)

Berita Terkait