Gedung Graha Wisata Niaga di Jl Slamet Riyadi Sriwedari menjadi lokasi karantina wajib bagi pemudik yang tiba di Kota Solo.
Klikwarta.com, Solo - Pemudik dari berbagai daerah kian berdatangan di Kota Solo, Jawa Tengah. Bersamaan dengan itu, jumlah pemudik yang harus menjalani wajib karantina juga mengalami peningkatan.
Berdasarkan keterangan, dari data yang dimiliki pihak Pemkot Solo, per Sabtu (11/4/2020) pukul 22.15 WIB, jumlah pemudik yang dikarantina telah mencapai sebanyak 62 orang.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 56 pemudik kini menempati gedung Graha Wisata Niaga di Jl Slamet Riyadi, Sriwedari, yakni gedung dua lantai yang menjadi lokasi karantina bagi pemudik dengan tidak bergejala. Sedangkan 6 pemudik lainnya, kini menempati Dalem Joyokusuman yang dikhususkan bagi pemudik berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP) bergejala.
Guna mendukung faktor keamanan di lokasi karantina, baik di gedung Graha Wisata Niaga maupun Dalem Joyokusuman, kini telah dijaga ketat oleh petugas gabungan dari TNI, Polri, Satpol PP, dan Linmas.
Selain itu, sejumlah petugas kesehatan dari PMI, BPBD dan Dishub juga disiagakan 24 jam guna penanganan dan memantau perkembangan kesehatan para pemudik di lokasi karantina.
Di sela kegiatan peninjauan ke lokasi karantina tersebut, Walikota Surakarta, FX. Hadi Rudyatmo kembali menegaskan, agar seluruh pemudik ataupun pendatang mematuhi aturan yang telah dibuat demi menekan dan memutus persebaran virus corona atau covid-19 secara maksimal.
"Warga dan RT RW juga diminta mengawasi setiap wilayahnya dengan segera melaporkan jika ada pendatang atau pemudik ke kelurahan atau posko siaga covid-19 di Graha Wisata Niaga," tandasnya.
Politisi PDIP Kota Solo itu pun meminta agar masyarakat tetap saling bergotong royong dalam memerangi penyebaran virus corona ini.
"Kunci keberhasilan selain jaga jarak, penerapan PHBS dan sosial distancing atau physical distancing serta pakai masker juga gotong royong secara terstruktur, sistematis dan masif," pungkas Rudy.
(Pewarta : Kacuk Legowo)








