Cak Nun, saat memberikan arahan
Klikwarta.com, Kabupaten Malang - Emha Ainun Nadjib akrab disapa Cak Nun, kunjungi Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, Jumat (4/11/2022) sore. Di Kanjuruhan, mbah Nun langsung menuju pintu maut atau gate 13, Stadion Kanjuruhan. Mbah Nun tiba sekira pukul 16:45 WIB.
Ia menyebut, kejadian di Stadion Kanjuruhan bukan suatu tragedi sepak bola. Melainkan "penyelenggaraan negara yang gagal".
Banyak hal yang disampaikan. Antara lain mengajak Aremania memasang bendera setengah tiang sebanyak 135, simbol jumlah korban yang meninggal dunia sejauh ini, akibat tragedi Kanjuruhan 1 Oktober 2022 lalu.
"Soal biaya nanti dari Yayasan Kalimasadha Nusantara, syukur-syukur kalau dibantu oleh Pemda Malang Raya", ujarnya.
Tak hanya bendera setengah tiang, Cak Nun juga meminta Aremania untuk melakukan pengajian rutin di Stadion Kanjuruhan, guna mendoakan para korban.
"Saya nggak bisa ngomong apa-apa, tapi intinya saya banyangkan mestinya harus ada hari berkabung Nasional sehari setelah tragedi", ungkapnya.
"Saya menilai kejadian di Stadion Kanjuruhan bukan suatu tragedi sepak bola. Melainkan penyelenggaraan negara yang gagal", tandas Mbah Nun menambahkan.
Ia pun mengajak perwakilan Yayasan Kalimasadha Nusantara untuk memfasilitasi Aremania membawa persoalan ini ke Mahkamah Internasional HAM di Den Haag Belanda.
(Pewarta : Asral)








