HRIS, Solusi Karyawan Tidak Disiplin Presensi

Jumat, 30/09/2022 - 21:30
Sumber: Pexels/Christina Morillo

Sumber: Pexels/Christina Morillo

Klikwarta.com - Saat ini dunia telah memasuki era pasca pandemi. Di era inilah sedang gencar-gencarnya transisi dari pekerja Work From Home (WFH) menjadi Work From Office (WFO). Pekerja yang biasanya melakukan segalanya dengan lebih fleksibel dari online meeting hingga presensi yang juga dilakukan secara online. Kebiasaan melakukan presensi selama WFH tidak jarang terbawa di era pasca pandemi dimana pekerjaan sudah kembali sesuai dengan aturan WFO secara baku. Permasalahan yang sering terjadi yaitu pengisian presensi di era pasca pandemi yang kurang disiplin karena karyawan masih terbawa budaya presensi online ketika bekerja lebih fleksibel. Hal tersebut menjadi permasalahan bagi Human Resources Development (HRD) perusahaan.

Menurut Wilson Bangun (2012:6) manajemen sumber daya manusia dapat didefinisikan sebagai suatu proses perencanaan, pengorganisasian, penyusunan staf, penggerakan dan pengawasan, terhadap pengadaan, pengembangan, pemberian kompensasi, pengintegrasian, pemeliharaan, dan pemisahan tenaga kerja untuk mencapai tujuan suatu organisasi. Dari definisi HRD tersebut, dapat diambil pernyataan bahwa HRD juga mempunyai fungsi dalam mengatur kedisiplinan karyawan.

“Tapi kalau kita kerucutin, sebenarnya tujuan dari HRD sendiri yaitu bagaimana cara kita memanajemen karyawan supaya bisa membantu perkembangan perusahaan, karena percuma sistemnya udah bagus tapi orang - orang nya tidak, jadi kita harus menyelaraskan antara sistem dengan orang-orang didalamnya," ungkap Azfar, salah satu staff SDI Bank Panin Dubai Syariah.

Saputra & Hartanto (2013:45) mengemukakan, presensi adalah suatu kegiatan yang memiliki tujuan untuk menginformasikan suatu angka terkait tingkat prestasi kehadiran serta tingkat kedisiplinan pada anggota dalam suatu instansi atau perusahaan. Menurut Harumy dan Julham (2018) jumlah presensi dalam perusahaan menggambarkan pertukaran benefit antara karyawan dengan perusahaan. Semakin disiplin karyawan dalam mengisi presensi, maka semakin optimal juga benefit yang didapatkan baik bagi perusahaan maupun bagi karyawannya.

Permasalahan karyawan yang tidak disiplin mengisi presensi di era pasca pandemi ini tentunya menjadi perhatian penting bagi HRD perusahaan.

Azfar juga menceritakan, terdapat beberapa karyawan yang lupa melakukan absen pulang, namun berdalih dan mengatakan bahwa ia sudah absen, tetapi tidak terekam.

Dari kejadian tersebut, tentu pada akhirnya dibutuhkan solusi untuk mencegah permasalahan yang sama. Salah satu solusinya, yaitu dengan melakukan monitoring presensi melalui aplikasi HRIS (Human Resource Information System) masing-masing perusahaan. Melalui aplikasi ini, HRD dapat memantau kapan dan dimana lokasi karyawan tersebut saat melakukan presensi karena aplikasi tersebut terhubung langsung dengan fitur location.

“Absen di aplikasi HRIS yang sudah terintegrasi fitur location dapat menjadi solusi karena karyawan cuma bisa absen di aplikasi kalau location-nya di kantor,” ungkap Azfar.

Dari beberapa hal yang telah diuraikan di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa kedisiplinan mengisi presensi menjadi hal penting yang perlu diperhatikan oleh HRD perusahaan. Masalah yang sering terjadi yaitu ketidakdisiplinan karyawan dalam mengisi presensi. Solusi yang bisa diberikan dalam mengatasi hal tersebut yaitu melakukan monitoring presensi melalui aplikasi HRIS masing-masing perusahaan yang bisa mengidentifikasi tingkat disiplin karyawan.

Referensi:

Lie, Christian, E. M., & Wijaya, L. S. (2021). Analisis Strategi Komunikasi Human Resources Terhadap Penerapan Presensi Fingerprint. PRecious: Public Relations Journal, 1(2).

Bangun, Wilson. 2012. “Manajemen Sumber Daya Manusia”. Jakarta: Erlangga.

Saputra, R., & Hartanto, A. (2013). Perancangan Sistem Informasi Presensi Menggunakan Visual Basic Pada Jogja Fitnes. Jurnal Ilmiah Data Manajemen Dan Teknologi Informasi (DASI), 14(3), 44.

Harumy T. Henny Febriana, Julham Sitorus, M. L. (2018). Sistem Informasi Absensi Pada Pt. Cospar Sentosa Jaya Menggunakan Bahasa Pemprograman Java. Jurnal Teknik Informartika, 5(1), 63–70.

Berita Terkait