Anggota komisi E DPRD Jawa Timur Suwandy Firdaus
Klikwarta.com, Jatim - Aksi protes sejumlah wali murid dan siswa SMA Negeri 9 Surabaya karena ijazahnya masih ditahan pihak sekolah akibat belum melunasi iuran sekolah membuat Anggota komisi E DPRD Jawa Timur Suwandy Firdaus geram.
Suwandy meminta agar informasi adanya penahanan ijazah di beberapa SMA di Surabaya segera diselesaikan, agar tidak merugikan siswa.
Menurut dia, fenomena tersebut sering terjadi saat kelulusan, sehingga sistem Pendidikan harus diperbaiki.
Suwandi menilai persoalan itu bisa diselesaikan di internal sekolah. Mengingat penahanan ijazah sering terjadi setiap tahun dan terjadi ketika ada kelulusan.
"Ini harus ada langkah bijaksana antara cabang dinas dan sekolah, kalau perlu kebijakan lebih tinggi harus diselesaikan di Dinas Pendidikan (Dispendik) Jatim,” katanya pada Selasa (14/6).
Politisi Partai Nasdem Jatim itu juga meminta agar Komite Sekolah tidak terlalu mengurusi kebijakan yang berkaitan dengan proses belajar mengajar di sekolah.
Semua yang berkaitan dengan hal tersebut, menjadi ranah Dinas Pendidikan (Dispendik), sehingga tidak seharusnya ikut campur terlalu mendalam.
“Komite tidak punya hak mengatur hal-hal dalam sekolah. Komite dibentuk supaya komunikasi dengan orang tua lebih baik. Komite seharusnya ikut menjembatani supaya tidak ada masalah di sekolah tersebut,” tambah anggota DPRD Jatim dari Dapil Mojokerto-Jombang itu.
Dia mendorong agar ada proses komunikasi, antara wali murid dan pihak sekolah. Sehingga, permasalahan penahanan ijazah itu bisa segera selesai dan masa depan siswa tidak terganggu.
“Ya memang tidak dibenarkan dan seharusnya tidak ada (penahanan ijazah). Kan ada proses komunikasi lebih baik dan jangan membuat wali murid kurang nyaman,” pungkasnya.
(Pewarta: Supra)








