Kemendikdasmen Gandeng Kampus Perluas Gerakan Pemartabatan Bahasa Indonesia
Klikwarta.com, Medan - Pengembangan bahasa dan sastra Indonesia tidak dapat dilakukan oleh pemerintah sendiri. Melainkan membutuhkan kolaborasi yang luas agar bahasa Indonesia semakin kuat di dalam negeri dan makin dikenal di dunia internasional. Berangkat dari semangat itulah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) memperkuat kemitraan dengan perguruan tinggi.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan kerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) dan Universitas Prima Indonesia (UNPRI). Lebih dari sekadar penandatanganan dokumen, kolaborasi ini menjadi langkah strategis untuk menghadirkan pembangunan kebahasaan dan kesastraan yang semakin dekat dengan masyarakat melalui peran kampus.
Perguruan tinggi dipandang memiliki posisi yang unik. Selain menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, kampus juga memiliki kemampuan menjangkau masyarakat melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian. Karena itu, keterlibatan kampus menjadi bagian penting dalam memperluas dampak berbagai program kebahasaan dan literasi yang dijalankan pemerintah.
Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin, menegaskan bahwa sinergi dengan perguruan tinggi merupakan bentuk nyata semangat partisipasi semesta dalam mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua.
“Naskah yang telah kita tandatangani bersama antara Badan Bahasa dan UMSU menjadi wujud komitmen, kolaborasi, dan sinergi antara Kemendikdasmen dan perguruan tinggi dalam berbagai bidang, seperti BIPA, peningkatan dan penguatan literasi, pemartabatan bahasa, serta pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.
Menurut Hafidz, bahasa tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga menjadi fondasi pembelajaran, pengembangan ilmu pengetahuan, dan pembentukan karakter. Karena itu, penguatan bahasa Indonesia perlu berjalan beriringan dengan pelestarian bahasa daerah dan penguasaan bahasa asing.
“Melalui kolaborasi ini, kampus diharapkan mampu menciptakan ruang-ruang akademik yang menempatkan bahasa sebagai fondasi pembelajaran, pengembangan ilmu pengetahuan, dan pembentukan karakter. Penguasaan bahasa Indonesia, bahasa asing, dan bahasa daerah perlu tumbuh secara seimbang dalam lingkungan pendidikan tinggi,” tambahnya.
Di lingkungan kampus, optimisme terhadap masa depan bahasa Indonesia juga terus tumbuh. Rektor UMSU, Akrim, meyakini bahasa Indonesia memiliki peluang semakin besar untuk memperluas pengaruhnya di tingkat internasional.
“Bahasa Indonesia telah menunjukkan pengaruh yang semakin luas di tingkat internasional melalui jumlah penuturnya yang terus berkembang. Kami optimistis pada masa yang akan datang bahasa Indonesia akan memperoleh posisi yang semakin kuat dalam pergaulan dunia,” ujarnya.
Optimisme tersebut bukan tanpa alasan karena selama ini UMSU telah aktif mengembangkan program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) dan melahirkan sejumlah pengajar yang bertugas di berbagai negara. Pengalaman tersebut menjadi modal penting dalam mendukung upaya internasionalisasi bahasa Indonesia.
Semangat yang sama juga disampaikan Wakil Rektor I Universitas Prima Indonesia, Abdi Darma. Menurutnya, kerja sama dengan Badan Bahasa membuka ruang baru bagi penguatan program kebahasaan sekaligus mendukung visi internasionalisasi kampus. “Kami berharap kolaborasi ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat nyata, terutama dalam upaya mengutamakan bahasa Indonesia di lingkungan kampus. Di sisi lain, sebagai kampus yang mengembangkan perspektif internasional, kami juga menjadikan program BIPA sebagai salah satu program unggulan,” kata Abdi.
Kolaborasi antara Badan Bahasa, UMSU, dan UNPRI menunjukkan bahwa pembangunan bahasa dan sastra Indonesia merupakan kerja bersama. Ketika pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat berjalan beriringan, bahasa Indonesia tidak hanya semakin bermartabat di negeri sendiri, tetapi juga memiliki peluang yang semakin besar untuk hadir dan dikenal di panggung dunia. (**)








