Warga Tanoh Anoe Larut Dalam Zikir
Klikwarta.com, Aceh Utara - Ratusan masyarakat di Gampong Tanoh Anoe, Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara menggelar zikir mengenang 15 tahun bencana Gempa dan Tsunami di masjid gampong setempat.
Peringatan tragedi tsunami ini digelar setiap tahunya. Dan pada hari dihadiri Sekdakab Aceh Utara Abdul Azis, sejumlah anggota DPRK Aceh Utara, unsur Muspika Muara Batu, TNI AL Lhokseumawe, tokoh masyarakat, dan sejumlah warga. Masyarakat dan undangan tampak larut dalam lantunan doa dan zikir yang dipimpin oleh Tgk Adnan dari Kuala Diwa. Bahkan sebagian besar yang hadir terisak tangis saat Tgk Adnan menghaturkan doa bagi korban Tsunami yang telah meninggal dunia.
Acara tersebut berlangsung mulai pukul 09.00 WIB dan selesai sekitar pukul 12.00 WIB. Sementara Sekdakab Aceh Utara memberikan sambutan dan meminta masyarakat tegar, sabar dan tidak larut dalam kesedihan. Menurutnya bencana itu cobaan dari Allah SWT, harus disikapi dengan rasa optimis dan pelajaran bagi yang masih hidup untuk terus mendekatkan diri kepada yang maha kuasa.

Sementara itu, Geuchik Tanoh Anoe Amiruddin Ismail, mengungkapkan kegiatan peringatan Tsunami di desanya berlangsung khidmat. Peringatan bertema “Melawan Lupa Membangun Siaga” tersebut juga dijadikan momen kesadaran masyarakat terhadap bencana alam. Selain zikir dan doa, juga diisi acara santunan anak yatim korban bagi enam Gampong yang terdampak Tsunami, masing-masing, Tanoh Anoe, Pante Gurah, Keude Mane, Cot Seurani, Kuala Diwa dan Mane Tunong.
Menurutnya, saat Gempa dan Tsunami 15 tahun silam tepatnya pada Minggu 26 Desember 2004, korban meninggal dunia di desa itu berjumlah 320 jiwa, ratusan jiwa lainnya mengalami luka berat dan ringan. Sedangkan korban hilang diperkirakan berjumlah 15 orang.
Kala itu, jelas Amiruddin Ismail korban terbanyak kaum wanita, anak-anak dan masyarakat usia lanjut. Sedangkan korban terbanyak berasal dari Tanoh Anoe, dari total korban di Tsunami di kecamatan Muara Batu lebih kurang 700 jiwa.
“Waktu itu kami mengungsi di kawasan Kuala Diwa, bersama ribuan pengungsi dari desa lainnya yang juga terkena bencana Tsunami. Makanya kami mengundang masyarakat Kuala Diwa di acara ini karena sebagai rasa terimakasih kami telah membantu saat kami terkena musibah dulu,” tuturnya. (waldi)








