Pasutri di Kepahiang Ini 20 Tahun Tinggal di Gubuk Reot di Tepian Jurang
Kepahiang, Klikwarta.com - Hidup ini berat. Ungkapan itu sangat tepat untuk menggambarkan kondisi kehidupan pasangan suami istri, Aji Warni dan Abar, yang tinggal di Desa Daspetah I, Kecamatan Ujan Mas, Kabupaten Kepahiang.
Bagaimana tidak? Pasangan suami istri yang berumur kisaran 60-an ini tinggal disebuah rumah atau lebih pantas disebut gubuk reot yang hanya berukuran 2x2 meter dengan berlantaikan tanah di tepian jurang.
Kondisi yang sangat memprihatinkan, dan sudah sepantasnya mendapat perhatian dari Pemkab Kepahiang, khususnya Bupati Dr. Ir. Hidayatullah Sjahid, MM.
Melangsir Bengkulutoday.com. Bukan hanya dari kondisi sosial kedua pasutri ini yang sangat kekurangan, namun dari kondisi fisik Aji Warni menghabiskan hari-harinya tak bisa melihat (tuna netra,red) sementara Abar istrinya menurut penjelasan warga keterbelangkangan mental. Lantas, bagaimana pemerintah daerah maupun pemerintah desa menindaklanjuti kesulitan warga kurang mampu ini,.?
Faktanya, sejak 20 tahun silam pasutri yang berpindah-pindah tempat dilahan milik warga desa ini tidak pernah mendapatkan bantuan sosial, kesehatan maupun pangan, dengan alasan tidak tercatat sebagai warga desa Daspetah I lantaran tanpa Kartu Keluarga (KK).
"Saya dari Desa Setimun Musi Rawas, akan tetapi sudah lama di Daspetah lebih kurang 20tahun. Menikah dengan Abar ini, dari tahun ketahun kondisi kami seperti inilah, dikasih numpang oleh warga,"ungkap Aji Warni.
Sementara itu, warga lainnya Edi Suanto (55) tetangga kedua pasutri ini mengatakan selama ini untuk menyambung hidup keduanya makanan, pakaian dan kebutuhan kesehatan diberi warga sekitar. Diketahui pada Rabu (19/7/2017) Dinas Sosial Kepahiang memberikan selimut dan beras, lantaran sebelumnya ada postingan salah seorang warga di Media Sosial Facebook.
Bahkan, pemerintah desa setempat tidak pernah mendata keduanya untuk mendapatkan bantuan sosial dari pemerintah daerah setempat, seyoyganya dengan keterbatasan tersebut ada azas keperdulian yang melekat dihati perangkat desa.
"Kami prihatin, kami tidak bisa berbuat banyak. Hanya bantuan makanan dari hari kehari lah yang dapat kami bantu sebagai tetangganya, setahu kami pemerintah desa juga sampai dengan saat ini belum mendata mereka yang layak menerima bantuan sosial, belasan tahun tidak ada upaya bantuan,"jelas Edi. Terpisah, Kepala Desa Daspetah I Endar Husein mengaku jika pasutri tersebut memang sejak lama tinggal di Daspetah.
Hanya saja tidak melaporkan data kependudukan sehingga tidak bisa diproses kebutuhannya sebagai masyarakat kurang mampu, bahkan ia sebagai pemimpin desa mempertanyakan kejelasan akta pernikahan keduanya. Jika dilihat dari pemikiran kepala desa, alternatif tersebut untuk jangka panjang bukan bantuan darurat bagi kesejahteraan masyarakat kurang mampu yang membutuhkan bantuan kesehatan dan hidup yang layak dan bersih.
"Bagaimana kami desa bisa usulkan bantuan, sementara KK nya saja tidak ada. Jangan-jangan tidak ada buku nikah, bagaimana kami bisa proses KKnya. Kalau kalian bicara mengenai apa yang harus ditindaklanjuti memang mudah, akan tetapi pelaksanannya tidak mudah,"elak Endar tanpa menyebutkan langkah apa yang akan diambil pihak desa terhadap masyarakat miskin tersebut.
Namun, dibalik semua itu masyarakat asal Desa Kota Bingin Kec. Merigi Kabupaten Kepahiang Yeni Safitri tergerak hatinya membantu pasutri tanpa keluarga dan anak tersebut dengan melakukan penggalangan dana. Mereka yang tergabung sebagai Kelompok Aktifitas Pencinta Alam Kepahiang (KAPAK) ini memiliki tujuan memperbaiki rumah Aji Warni dan Abar meski dilahan milik orang lain yakni H. Rapit.
"Kami menggalang dana, pertama agar bisa memperbaiki gubuknya nanti kami akan koordinasi kepada pemilik lahannya mudah-mudahan diperbolehkan, ada juga yang memberikan material berupa seng dan kayu. Kasihan, sewaktu kami kesini setelah hujan, bagaima mereka tidur. Kemudian, dapat melengkapi kebutuhan makanan bila perlu pengobatan kami mohon dukungan penuh dari media agar ada uluran tangan dari donatur," tutup Yeni.(BT)








