Indah Malam Dikelilingi Cahaya Bintang

Kamis, 06/07/2023 - 18:46
Sumber Foto : Grid.id

Sumber Foto : Grid.id

Oleh : Achmad Sajidan 

Menjelang malam dengan cahaya redup, dengan langit yang bersih ditemani cahaya rembulan. Seorang mahasiswa yang tengah pulang dari kampus menuju rumah dengan mengendarai motor bebeknya, berusaha tenang di tengan keramaian jalan Ibukota. Mengendarai dengan perlahan, menikmati angin yang berhembus melewati tubuhnya. Angin malam berlari-larian sedikit memasuki jaket yang digunakan. Membuat dia melirik langit malam yang dihiasi bulan dan bintang.

Cahaya tak berkelip di langit yang menemani bulan membuat batinnya heran melihat cahaya itu. Dia bertanya-tanya kepada dirinya mengenai cahaya tersebut. rasa herannya ini membuatnya penasaran dan menjadi pertanda untuknya.

Panggil saja Asih, mahasiswa tingkat awal yang tertarik dengan alam semesta. Sejak duduk di bangku SMA Asih mulai tertarik dengan benda langit. Saat di perpustakaan sekolah ia selalu membaca buku mengenai benda-benda langit. Langit terbentang luas bagaikan atap dari bumi ini sukses menarik perhatian Asih.

Berbicara mengenai langit memang membuat Asih hingga lupa waktu. Tiap malam ia menghabiskan waktunya memandangi indahnya malam. Atap tempat tinggalnya menjadi saksi antara Asih dan langit malam.

Setelah sampai rumah Asih mencari tau benda langit itu, dengan buku yang dibelikan ayahnya. Bagaimana bisa memancarkan cahaya kecil saat bulan menunaikan tugasnya? Mengapa di siang hari tidak terlihat jelas? Rasa penasaran itu mulai menghilang setelah dia melihat buku pemeberian ayahnya. Cahaya kecil cerah menemani bulanyang dia lihat bukanlah bintang melainkan planet jauh dari bumi yang berada di tata surya.

Sebuah planet yang bisa dihuni umat manusia, berwana merah, yaitu planet Mars. Mars merupakan planet terdekat dengan bumi. Karena itulah, planet ini bisa terlihat dari Bumi. Sesuai dengan sebutannya Planet Merah, Mars akan terlihat seperti bintang tak berkedip yang berwarna kemerahan. Setelah rasa penasarannya terjawab, Asih memiliki banyak pertanyaan di kepalanya. Apakah nantinya Mars bisa jadi alternatif tempat tinggal di masa depan? Tetapi Mars menepati posisi lebih dekat matahari dibandingkan bumi. Dan seharusnya, mars lebih panas dibandingkan bumi, karena lebih dekat dengan matahari.

Nyatanya Mars memiliki empat musim, sama halnya dengan bumi. Hanya saja, satu musim di Bumi selama tiga bulan, di Mars durasinya lebih lama tergantung di mana belahan mars berada. Hitungan satu hari Bumi mirip dengan di Mars. Jika Bumi berotasi dalam 24 jam tidak jauh berbeda dengan Mars lebih 40 menit.

Lalu, dari pertanyaan tersebut sudah terjawab bahwa Mars memang bisa dihuni oleh manusia. Asih menemukan fakta menarik mengenai planet Mars. Bahwa Mars juga memiliki air yang menjadi sumber kehidupan untuk manusia. Ternyata tidak hanya manusia, tanaman memiliki potensi hidup di Mars.

Fakta unik lainnya adalah permukaan Bumi dan Mars memiliki banyak persamaan. Permukaan Bumi terdiri dari laut, gunung, lembah, kawah dan gunung berapi. Mars juga memiliki lembah, kawah dan gunung berapi. Meski begitu komposisi airnya tidak sama dengan Bumi.

Mars memang sama dengan Bumi, akan kah Bumi ditinggalkan manusia. Butuh berapa tahun untuk sampai kesana. Mungkin kah manusia bisa bertahan di sana. Setelah mengetahui tentang Mars malahan makin ingin tau banyak tentang planet tersebut.

Sedikit rasa penasarannya terpenuhi, karena sudah larut malam dan angin malam berlarian Asih kembali ke kamarnya dan tidur karena besok masih ada mata kuliah yang harus dihadiri. Asih sudah mengenal titik cahaya yang menemani bulan, membuat indahnya pemandangan setiap malam. Asih berharap untuk tetap bercahaya semua tata surya untuk menghiasi langit malam yang sangat luas ini. Setidaknya, malam hari menjadi pemandangan yang indah sebelum tidur.

Tags

Berita Terkait