Rektor Unika Ruteng Ajak Pemda Sinergi Perkuat Pemberdayaan Pemuda Manggarai
Klikwarta.com, Ruteng - Rektor Universitas Katolik Indonesia (Unika) Santu Paulus Ruteng, Dr. Agustinus Manfred Habur, Lic. Theol., menyerukan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam memperkuat ekosistem pemberdayaan pemuda di Manggarai.
Seruan itu disampaikan dalam kegiatan bertema "Pemuda Bicara: Daerah Berdaya" yang diselenggarakan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) melalui Deputi Bidang Pelayanan Kepemudaan, bekerja sama dengan Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (PPO) Kabupaten Manggarai pada Rabu, 5 November 2025, di Hotel Springhill Ruteng.
Kolaborasi Lintas Sektor Jadi Kunci Utama
Dalam paparannya berjudul "Sinergi Pendidikan Tinggi dan Pemerintah Daerah dalam Pemberdayaan Pemuda: Dari Regulasi ke Aksi Nyata," Dr. Manfred menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama untuk melahirkan generasi muda yang mandiri dan berdaya saing.
"Kita harus bergerak bersama. Kampus tidak hanya mengajar, tetapi juga bertindak. Pemerintah tidak hanya mengatur, tetapi memfasilitasi. Dan pemuda tidak boleh hanya menjadi objek, tetapi subjek aktif dalam perubahan," tegas Dr. Manfred di hadapan peserta kegiatan.
Ia menjelaskan, regulasi nasional seperti UU No. 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan, PP No. 41 Tahun 2011, dan UU No. 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi sudah menyediakan kerangka kerja yang kuat bagi kolaborasi antara kampus, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.
Bonus Demografi Manggarai Butuh Pendampingan
Lebih lanjut, Dr. Manfred menguraikan data demografi Kabupaten Manggarai yang menunjukkan lebih dari 215 ribu jiwa berada pada usia produktif, namun hanya 6,63 persen penduduk yang menamatkan pendidikan tinggi per Juni 2024.
"Kita sedang berada di masa bonus demografi. Tapi bonus itu tidak akan menjadi berkat jika tidak kita kelola bersama. Pendidikan tinggi dan pemerintah daerah harus hadir membimbing pemuda agar menjadi inovator dan pelaku perubahan," ujarnya.
Usulkan Langkah Strategis: Pelatihan, Forum Pemuda, Inkubator Kewirausahaan
Dalam forum itu, Rektor Unika Santu Paulus Ruteng juga mengusulkan beberapa langkah strategis untuk memperkuat sinergi daerah dan perguruan tinggi, antara lain:
- Pelatihan kepemimpinan dan kewirausahaan sosial pemuda berbasis potensi lokal.
- Pembentukan Forum Pemuda Manggarai sebagai wadah komunikasi dan inovasi.
- Inkubator kewirausahaan pemuda yang memanfaatkan potensi pariwisata dan ekonomi kreatif daerah.
"Sinergi nyata terjadi ketika kampus menjadi pusat inovasi, pemerintah menjadi fasilitator, dan pemuda menjadi pelaku perubahan. Dengan begitu, kita bisa menciptakan pemuda yang berkarakter, mandiri, dan berdaya saing global," ungkapnya.
Kemenpora Serap Aspirasi Pemuda untuk Revisi UU Kepemudaan
Kegiatan "Pemuda Bicara: Daerah Berdaya" menjadi bagian dari upaya Kemenpora RI untuk menyerap aspirasi pemuda dalam revisi UU No. 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan.
Perwakilan Deputi Bidang Pelayanan Kepemudaan Kemenpora RI menegaskan bahwa suara pemuda dari daerah seperti Manggarai akan menjadi masukan penting dalam penyusunan kebijakan nasional. "Kami ingin memastikan bahwa setiap revisi undang-undang benar-benar mencerminkan kebutuhan dan potensi pemuda di daerah," ujar salah satu perwakilan Kemenpora.
Dr. Manfred menutup paparannya dengan ajakan agar semua pihak bersama-sama mewujudkan Manggarai sebagai daerah yang berdaya melalui penguatan kapasitas pemuda. "Pemuda Manggarai bukan hanya generasi penerus, tetapi juga pelaku pembangunan hari ini. Mari wujudkan kolaborasi nyata dari regulasi ke aksi untuk melahirkan generasi emas Indonesia 2045," tutupnya.
Pewarta : Kordian








