Di 2 Tempat, 46 Pemudik di Solo Jalani Wajib Karantina

Sabtu, 11/04/2020 - 11:30
Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo saat meninjau Posko Covid-19 di gedung Graha Wisata Niaga. (Foto : Istimewa)

Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo saat meninjau Posko Covid-19 di gedung Graha Wisata Niaga. (Foto : Istimewa)

Klikwarta.com, Solo - Sejak diberlakukannya wajib karantina selama 14 hari bagi para pemudik maupun pendatang di Kota Solo, Jawa Tengah mulai 9 April, guna memutus penyebaran virus corona.

Melalui rilisnya, pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Solo menyampaikan, sedikitnya, hingga Jumat (10/04/2020) malam pukul 22.30 WIB, terdapat 46 pemudik yang telah dikarantina di dua lokasi, yakni di gedung Graha Wisata Niaga dan di Dalem Joyokusuman.

Dari jumlah tersebut, terdapat sebanyak 42 pemudik kini tengah menjalani karantina di gedung Graha Wisata Niaga. Sedangkan 4 orang pemudik lainnya dikarantina di Dalem Joyokusuman.

Pemberlakuan karantina bagi seluruh pemudik atau pendatang ini, dilakukan Pemkot Solo setelah pihaknya menerima laporan dan mendapati adanya pemudik yang tidak mentaati aturan maupun nekat keluar rumah disaat pemberlakuan karantina mandiri dirumah.

"Untuk itu saya himbau bagi warga untuk menunda mudik ke Solo sebagai salah satu langkah membatasi penyebaran wabah COVID-19. Selain membahayakan diri sendiri, juga bisa membahayakan orang lain bahkan keluarga kita di Solo, karena selama perjalanan mudik kita memiliki posibilitas tinggi tertular corona Covid-19," terang FX Hadi Rudyatmo, saat melakukan peninjauan proses karantina pemudik, belum lama ini.

Rudy menegaskan, pihaknya pun tidak akan memberi kelonggaran bagi warga ODP yang menjalani karantina mandiri dirumah dan masih tidak taat aturan nekat keluar rumah. 

"Saya tidak akan memberi kelonggaran, akan ada tim satgas gabungan yang akan menjemput dan dilakukan karantina di Graha Wisata!," tandasnya.

Sebagaimana diketahui, Pemkot Solo sudah menyiapkan gedung dua lantai di gedung Graha Wisata, yang dikhususkan bagi orang dalam pengawasan (ODP) yang tidak berisiko dengan kapasitas gedung yang bisa menampung sekitar 200 orang. Sedangkan ODP berisiko akan dikarantina di Dalem Joyokusuman yang berkapasitas sekitar 70 orang. 

Pemkot Solo juga telah menyiapkan petugas siaga di sejumlah pintu kedatangan penumpang dan bekerjasama dengan pengelola terminal, stasiun dan bandara, untuk menjalankan program ini.

(Pewarta : Kacuk Legowo)

Berita Terkait