Masjid Raya Sumbar Diresmikan Jadi Kawasan Pusat Pembelajaran ABS-SBK

Rabu, 28/12/2022 - 23:18
Gubernur Sumbar Mahyeldi meresmikan Masjid Raya Sumbar menjadi kawasan Pusat Pembelajaran Adat Basandi Syarak-Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK)

Gubernur Sumbar Mahyeldi meresmikan Masjid Raya Sumbar menjadi kawasan Pusat Pembelajaran Adat Basandi Syarak-Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK)

Klikwarta.com, Padang - Masjid Raya Sumatra Barat (Sumbar) saat ini diresmikan menjadi kawasan Pusat Pembelajaran Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) hal tersebut artinya Masjid Raya Sumbar yang dinobatkan sebagai masjid dengan arsitektur terbaik di dunia ini, dijadikan sebagai pusat pembelajaran bagi jemaah, mahasiswa, pelajar, maupun masyarakat umum yang ingin belajar mengenai keagamaan dan adat budaya Minangkabau.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Sumbar Mahyeldi, saat meresmikan secara langsung Masjid Raya Sumbar sebagai pusat kegiatan pembelajaran 'Adat Basandi Syarak-Syarak Basandi Kitabullah' (ABS-SBK), Rabu (28/12/2022).

Berbeda dengan peresmian ABS-SBK sebagai pusat pembelajaran sebelumnya, kali ini peresmian tersebut, ditandai dengan berbagai peresmian lainnya yang menunjang kualitas pembelajaran ABS-SBK agar lebih baik lagi. 

Peresmian tersebut antara lain, Pojok Edukasi dan Literasi Perbankan Syariah, Pojok Informasi Halal, Layanan Kesehatan dan Ambulan gratis, zona KHAS (Kuliner Halal Aman dan Sehat), Galeri Matrilineal di Gedung Bundo Kanduang, serta Galeri Niniak Mamak di Gedung Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM). 

Gubernur Mahyeldi dalam sambutannya mengatakan, sebuah kebanggaan memiliki Masjid Raya Sumbar sebagai ikon wilayah Ranah Minang. Untuk mendukung hal itu, Pemprov Sumbar telah melakukan kajian bersama kerajaan Arab Saudi mengenai Sister Province. 

“Alhamdulillah saat ini kita juga punya gedung Bundo Kanduang dan gedung LKKAM, ke depannya rencana kita akan bangun gedung MUI di sini," tutur Mahyeldi. 

Pemerintah provinsi melakukan pembenahan di Masjid Raya Sumbar, terutama untuk kebersihan dan keamanan lingkungan. Melalui kegiatan ini, langkah awal pembenahan sudah dilakukan dengan meresmikan beberapa kegiatan pembelajaran ABS-SBK.

"Disamping itu, suatu keuntungan bagi Masjid Raya Sumbar menjadi salah satu desain terbaik di dunia. Karena itu, Pemprov Sumbar berupaya tidak hanya untuk menjadikan Masjid Raya sebagai tempat ibadah saja namun juga pariwisata syariah," terang Gubernur.

Pihaknya berharap, masyarakat bisa menerapkan karakter masyarakat yang selalu beribadah tepat waktu dan juga mengingat filsafat 'Adat basandi Syarak - Syarak Basandi Kitabullah.' Oleh Karena itu, masjid ini dijadikan sebagai pusat kegiatan yang bermanfaat.

"Kita berharap dengan ini bisa menyatukan seluruh potensi masyarakat dan juga berefek serta bersinergi dengan filsafat," harap Gubernur Sumbar itu.

Dan mudah-mudahan dengan launching Masjid Raya Sumbar sebagai pusat kegiatan ABS-SBK, lebih konkret dengan UU RI Nomor 17 tentang daerah Sumatra Barat yang berlandaskan adat dan falsafah. "Semoga kegiatan ini berjalan lancar dan sukses ke depannya," tutur Gubernur.

Ke depannya lingkungan Masjid Raya bisa menjadi pusat pembelajaran bagi siswa dan akan lebih banyak lagi pelaksanaan kegiatan disini. Selain peresmian pusat kegiatan pengembangan, gubernur juga memberikan bantuan pendidikan kepada SMA, SMK, SLB di Sumbar dengan total lebih dari Rp12 miliar, serta bantuan kepada mahasiswa dengan total lebih dari Rp3 miliar.

Sementara itu, Ketua Umum Masjid Raya Sumbar, dan juga Sekertaris Daerah Provinsi Sumbar Hansasri mengatakan, bahwa kegiatan ini dilakukan sebagai wujud implementasi untuk menjadikan Masjid Raya sebagai pusat pembelajaran ABS-SBK di Sumbar.  

"Dan sebagai implementasi untuk menjadikan Masjid Raya sebagai pusat kegiatan keagamaan, hari ini kita adakan pemberian bantuan," tutur Hansastri. (*)

(Kontributor: Edwarman)

Berita Terkait