Hingga Maret 2017, Jumlah Penduduk Miskin di Bengkulu Mencapai 316.980 Orang

Minggu, 30/07/2017 - 07:05
ilustrasi kemiskinan (net)

ilustrasi kemiskinan (net)

Klikwarta.com - Hingga bulan Maret 2017, jumlah penduduk miskin (penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan dibawah Garis Kemiskinan) di Provinsi Bengkulu mencapai 316.980 orang (16,45 persen). 

Badan Pusat Statistik Provinsi Bengkulu, Kamis (27/07) merilis bahwa jumlah penduduk miskin hingga Maret tersebut berkurang sebesar 11.630 orang dibandingkan dengan penduduk miskin pada Maret 2016 yakni sebesar 328.610 orang (17,23 persen).

BPS menyebutkan selama periode Maret 2016–Maret 2017, persentase penduduk miskin di daerah perkotaan mengalami kenaikan. Sedangkan di daerah pedesaan tercatat mengalami penurunan. 

Persentase penduduk miskin di daerah perkotaan pada Maret 2016 sebesar 16,16 persen naik menjadi 16,33 persen pada Maret 2017. Sementara penduduk miskin di daerah perdesaan turun dari 17,85 persen pada Maret 2016 menjadi 16,51 persen pada Maret 2017. 

Secara absolut jumlah penduduk miskin periode September 2016-Maret 2016 di pedesaan turun sebesar 11.400 orang dan di perkotaan naik sebesar 2.800 orang.

Dalam hal ini, kontribusi komoditi makanan terhadap Garis Kemiskinan jauh lebih besar dibandingkan peranan komoditi bukan makanan (perumahan, sandang, pendidikan, dan kesehatan).

Sumbangan Garis Kemiskinan Makanan terhadap Garis Kemiskinan pada Maret 2017 tercatat sebesar 76,31 persen, kondisi ini mengalami penurunan dibanding dengan kondisi Maret 2016 yang sebesar 78,01 persen.

Komoditi makanan yang berpengaruh besar terhadap nilai Garis Kemiskinan di perkotaan relatif sama dengan di perdesaan, diantaranya adalah beras, rokok kretek filter, cabe merah, gula pasir, daging ayam ras, telur ayam ras dan bawang merah. Sedangkan, untuk komoditi bukan makanan diantaranya adalah biaya perumahan, bensin,listrik, dan pendidikan.

Pada periode periode Maret 2016 – Maret 2017, Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) mengalami peurunan, ini mengindikasikan bahwa rata-rata pengeluaran penduduk miskin cenderung mendekati Garis Kemiskinan dan ketimpangan pengeluaran antar penduduk miskin juga semakin mengecil. Namun bila dibandingkan dengan bulan September 2016 mengalami peningkatan, hal ini perlu upaya yang lebih intensif dalam penanganan penduduk miskin. 

Sumber : (bengkulu.bps.go.id)

Berita Terkait