Bersama Sejarahwan dan Budayawan, Disbudpar Kota Tanjungpinang Gelar FGD Pembuatan Buku Sejarah Kesultanan Riau 

Rabu, 22/03/2023 - 00:00
Disbudpar Kota Tanjungpinang Gelar FGD Pembuatan Buku Sejarah Kesultanan Riau 

Disbudpar Kota Tanjungpinang Gelar FGD Pembuatan Buku Sejarah Kesultanan Riau 

Klikwarta.com, Tanjungpinang - Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Tanjungpinang, Muhammad Nazri membuka focus group discussion (FGD) penerbitan buku Sejarah Kesultanan Riau, Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah dan Opu Bugis Lima Bersaudara (1699-1722), di hotel Bintan Plaza Tanjungpinang, Kepri, Selasa (21/3/2023).

FGD tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh sejarahwan, budayawan dan akademisi di kota Tanjungpinang. 

Mereka adalah Dato Rida K. Liamsi, Dato Raja Zuzanna Fitri, Anastasia Wiwik Swastiwi, Aswandi Syahri, Dedi Arman, dan selaku narasumber Rendra Setyadiharja, Priyo Joko Purnomo, dan Yoan Sutisna Nugraha. 

d

Dalam kesempatan itu, Kepala Disbudpar Kota Tanjungpinang, Muhammad Nazri mengajak peserta diskusi untuk bersama-sama menelaah hasil kajian dari para narasumber terkait sejarah Kesultanan Riau, Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah dan Opu Bugis Lima Bersaudara yang telah ditelaah dari berbagai sumber referensi, salah satunya dari Kitab Tufhat Al Nafish. 

"Melalui forum ini, kita bisa membahas bersama peristiwa-peristiwa sejarah di masa Kesultanan Riau yang terjadi dalam kurun waktu 1699-1722," ucap Nazri. 

Penjelasan peristiwa antara Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah dan Opu Bugis Lima Bersaudara ini diharapkan menghasilkan suatu narasi sejarah yang mudah dipahami bagi para pembaca.  

"Berbagai masukan yang konstruktif sangat kami harapkan untuk penyempurnaan buku sejarah yang akan diterbitkan nanti. Selamat mengikuti FGD ini, semoga kegiatan ini berjalan baik dan lancar," ucapnya. 

Ditambahkan, Kepala Bidang Sejarah dan Cagar Budaya, Wimmy Dharma Hidayat, pembuatan buku sejarah Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah dan Opu Bugis Lima Bersaudara diangkat karena kita melihat sendiri secara nyata makam-makam tersebut ada di kota Tanjungpinang. 

Karenanya, untuk menguatkan lagi, memastikan lagi sejarah yang sudah pernah terukir, sekaligus menambah literasi di kota tanjungpinang, kita mengangkat judul itu untuk menerbitkan buku sejarah.

"Mudah-mudahan nanti, buku ini bermanfaat bagi anak-anak didik kita di sekolah dan juga orang-orang yang ingin mengetahui sejarah Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah," ujarnya.

Kontributor: Surya

Berita Terkait