Pemkab Karanganyar Akan Revitalisasi PG Tasikmadu Jadi Kawasan Wisata Heritage

Kamis, 15/05/2025 - 18:51
Rapat koordinasi rencana kerjasama pemanfaatan PG Tasikmadu, di Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Kamis (1552025).

Rapat koordinasi rencana kerjasama pemanfaatan PG Tasikmadu, di Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Kamis (1552025).

Klikwarta.com, Karanganyar - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar bersama Perusahaan Umum Daerah (PUD) Aneka Usaha Karanganyar akan melakukan revitalisasi Pabrik Gula (PG) Tasikmadu untuk menjadikannya sebagai kawasan wisata heritage.

Direktur PUD Aneka Usaha, Samidi, mengatakan bahwa perencanaan revitalisasi bangunan bersejarah yang berdiri sejak abad ke-19 pada masa pemerintahan Mangkunegara VII tersebut, saat ini masih tahap penyusunan dokumen. 

"Penyusunan dokumen revitalisasi ini akan fokus pada pengembangan kawasan PG Tasikmadu menjadi kawasan wisata heritage melalui beberapa tahapan pembangunan. Kami ingin menghidupkan kembali PG Tasikmadu sebagai kawasan wisata bersejarah yang berkelanjutan atau living heritage,” ungkap Samidi kepada wartawan, usai rapat koordinasi pemanfaatan PG Tasikmadu, di Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Rabu (15/5/2025).

Samidi memaparkan, tahap awal perencanaan revitalisasi akan fokus dilakukan pada bekas rumah-rumah karyawan pabrik di area luar pabrik, dan Agrowisata Sondokoro di area dalam pabrik. Konsep wisata yang ditawarkan juga cukup menarik. Rencananya, akan dibangun museum kereta api uap yang menyatu dengan suasana tempo dulu ala kolonial Belanda. Nantinya, pengunjung akan diajak merasakan sensasi berwisata dengan pakaian dan sepeda kayuh seperti zaman dahulu.

“Meski berada di tengah kota, suasana PG Tasikmadu sangat tenang dan masih banyak bangunan peninggalan kolonial Belanda yang utuh. Ini menjadi nilai lebih untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata sejarah,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Karanganyar Adhe Eliana menyambut positif kerjasama ini. Ia berharap kerjasama antara PUD Aneka Usaha dan PG Tasikmadu bisa segera terealisasi dan dituangkan dalam kesepakatan tertulis.

“Kami ingin secepatnya kerjasama ini deal. Nantinya, konsepnya tidak hanya untuk wisata, tetapi juga menjaga cagar budaya yang ada. Bangunan-bangunan yang selama ini mangkrak, seperti waterboom dan bekas wisata Sondokoro, akan dihidupkan kembali sebagai bagian dari kawasan heritage,” jelas Adhe.

Adhe berharap, kawasan PG Tasikmadu dapat dikembangkan menjadi kompleks cagar budaya terpadu yang tidak hanya menjadi tujuan wisata, tetapi juga menjadi etalase seni dan budaya di Kabupaten Karanganyar.

"Kita akan konsep dengan nilai seni dan budaya yang tinggi. Ini akan menjadi ikon baru wisata heritage di Karanganyar. Dengan adanya dokumen perencanaan yang matang ini, kawasan PG Tasikmadu diharapkan dapat bertransformasi menjadi destinasi living heritage yang menarik, produktif, dan memberikan manfaat bagi masyarakat Karanganyar dan sekitarnya," pungkasnya.

Sebagai informasi, PG Tasikmadu berdiri sejak abad ke-19, tepatnya pada masa pemerintahan Mangkunegara VII. Bangunan tersebut merupakan saksi bisu kejayaan industri gula di masa lampau.

Seiring berjalannya waktu, pabrik ini mengalami penurunan produktivitas dan berhenti beroperasi, menyebabkan kawasan seluas lebih dari 23 hektar ini menunjukkan penurunan fungsi dan kualitas ruang. Bangunan-bangunan kolonial yang dulunya megah kini banyak yang terbengkalai.

Meskipun demikian, kawasan PG Tasikmadu menyimpan potensi besar. Selain bangunan dan peralatan industri bersejarah, kawasan ini juga memiliki daya tarik agrowisata Sondokoro serta tradisi budaya unik seperti upacara Manten Tebu dan Cembengan. Aset-aset ini dinilai belum dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung keberlanjutan kawasan secara ekonomi, sosial, dan ekologis.

Belum adanya strategi revitalisasi yang terpadu dan adaptif menjadi tantangan utama saat ini. Oleh karena itu, penyusunan dokumen revitalisasi ini menjadi langkah krusial dan konkret untuk mengembangkan PG Tasikmadu menjadi living heritage.

Pewarta : Kacuk Legowo

Berita Terkait