Pertama di Sumbar, Lapas Suliki Terapkan Pembinaan Berbasis Pesantren 

Rabu, 01/03/2023 - 23:35
Kepala Lapas Kelas III Suliki, Kamesworo mengikuti majelis tadarus bersama warga binaan dan pegawai di Mushola Al-Inabah Lapas Suliki.

Kepala Lapas Kelas III Suliki, Kamesworo mengikuti majelis tadarus bersama warga binaan dan pegawai di Mushola Al-Inabah Lapas Suliki.

Klikwarta.com, Limapuluh Kota - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Suliki, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatra Barat, sebagai lapas pertama di Sumbar yang menerapkan pembinaan berbasis pesantren.

Kepala Lapas Kelas III Suliki, Kamesworo mengatakan mayoritas semua Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lapas Suliki beragama Islam, lapas berbasis Pondok Pesantren yang bernama Pondok Pesantren Al-Inabah Lapas Suliki.

Bukan hanya sekedar program pembinaan saja, implementasinya pun terus digencarkan dan didukung oleh semua pihak, khususnya pemerintah daerah Kabupaten Limapuluh Kota beserta beberapa lembaga dan instansi yang terlibat.

"Seperti halnya kegiatan rutin yaitu tadarus atau membaca Al-Qur'an merupakan kegiatan yang dianjurkan bagi umat muslim. Tadarus Al-Quran adalah sebuah kegiatan membaca, mempelajari, memahami, dan mengkaji secara bersama-sama," kata Kamesworo. 

d

Ia sebut, pada dasarnya Tadarus Al-Quran adalah ibadah yang tidak terikat waktu tertentu, setiap orang yang memperbanyak Tadarus Al-Quran akan mendapat faedah tersendiri. 

"Oleh karena itu, Lapas Suliki rutin menggelar majelis tadarus bagi warga binaan dan pegawai, bertempat di Mushola Al-Inabah Lapas Suliki," sebut Kamesworo. 

Pelaksanaan program tadarus rutin ini sebagai bentuk terjalinnya kekeluargaan dan silaturahmi antar WBP dengan tujuan agar mendapat ketenangan spiritual dalam menjalani masa tahanan di Lapas Suliki, dan menjadi pribadi yang lebih baik lagi ketika bebas nanti, tambah Kamesworo. (*)

Kegiatan tersebut, diikuti langsung oleh Kepala Lapas Kamesworo, serta warga binaan. (*)

(Kontributor: Warman)

Berita Terkait