Puluhan Mahasiswa Geruduk Kantor DPRD Trenggalek 

Jumat, 24/11/2023 - 11:24
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Trenggalek, Doding Rahmadi, saat menemui puluhan anggota GMNI Kabupaten Trenggalek, saat unras di depan Gedung DPRD Kabupaten Trenggalek

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Trenggalek, Doding Rahmadi, saat menemui puluhan anggota GMNI Kabupaten Trenggalek, saat unras di depan Gedung DPRD Kabupaten Trenggalek

Klikwarta.com, Trenggalek - Puluhan mahasiswa dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Trenggalek melakukan aksi demonstrasi di depan gedung DPRD Trenggalek. Aksi demonstrasi ini merupakan bentuk protes atas kinerja pemerintahan Bupati Trenggalek dan Wakil Bupati Trenggalek Mochammad Nur Arifin dan Wakil Bupati Trenggalek Syah Muhammad Natanegara yang dinilai slogan visi misinya dan slogan meroket hanya sebatas rangkaian kata belaka,  Jumat (24/11/2023).

Koordinator unjuk rasa GMNI, Muhammad Sodiq Fauzi, memaparkan"Slogan merupakan tolak ukur dengan apa yang telah dicita citakan pemimpin. Namun dengan kejadian di lapangan yang seperti ini, slogan Trenggalek meroket ini hanya sebuah rangkaian kata belaka, artinya belum bisa terwujudkan," ungkapnya.

Selanjutnya, melihat kondisi ini GMNI Trenggalek turun ke jalan menunjukkan bentuk kekecewaan atas kinerja pemerintah Kabupaten Trenggalek. Pasalnya, kinerja pemerintah kabupaten Trenggalek dibawah kepemimpinan Bupati saat ini belum banyak yang terealisasi sesuai visi misinya.

"Aksi ini merupakan bentuk kekecewaan kami, yang mana kami melihat bahwasanya visi misi dan slogan Trenggalek meroket yang disampaikan oleh Bupati dan wakil Bupati hingga kini belum tercapai dan belum dievaluasi," tuturnya.

Dengan GMNI turun ke jalan kata dia pemerintah kabupaten Trenggalek bisa membuka mata dan tidak tuli dengan keadaan masyarakat di bawah.

Pihaknya mengungkapkan banyak poin dari visi misi Bupati yang dinilai tidak berjalan dari segi perkembangan dan kemajuan kabupaten Trenggalek di berbagai sektor. Terutama dari sektor pendidikan, pertanian, kesehatan, instruktur hingga pariwisata.

"Yang perlu ditindaklanjuti adalah masalah kesehatan yaitu terkait pelayanan dan fasilitas, dimana terlihat di rumah sakit Dr Soedomo penunggu pasien itu terlihat sangat terlantar karena kurangnya ruang tunggu," bebernya.

Kemudian lanjut Sodiq menyebut terkait pendidikan ia menilai tidak ada kesenjangan pendidikan sekolah di Kabupaten Trenggalek.

"Kesenjangan fasilitas fasilitas sekolah sangat terlihat antara sekolah favorit dan sekolah di pelosok," jelasnya.

Disebutkan lagi terkait infrastruktur jalan, ia menyatakan, banyak keluhan keluhan dari masyarakat terkait infrastruktur jalan dan juga penerangan lampu jalan yang hal itu belum ditindaklanjuti secara optimal.

Sedangkan untuk sektor wisata Sodiq ia menilai Standar operasional Prosedur (SoP) dari pariwisata di Trenggalek masih kurang, untuk itu ia menekan SoP bisa ditingkatkan agar kejadian kecelakaan tidak terjadi kembali.

Kita lihat dari historis kejadian beberapa waktu lalu, adanya korban tenggelam di tempat wisata dan kolam Renang Tirta Jwalita di Trenggalek, hal itu seharusnya menjadi tanggung jawab penuh dari pemerintah daerah tapi pada kenyataannya tidak seperti yang kita harapkan," terang Sodiq.

Ia berharap dari aksinya ini bisa menjadi warning untuk pemimpin kabupaten Trenggalek saat ini dan pemimpin periode selanjutnya dan juga menjadi evaluasi kedepan untuk Bupati dan wakil Bupati saat ini.

"Dari visi misi yang saat ini sudah berjalan kalau dilihat mungkin masih sekitar 60 persen, dan hal itu masih jauh dari harapan yang pernah dijanjikan dulu waktu kampanye," jelasnya.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Trenggalek doding Rahmadi menyampaikan mengaku berterima kasih atas aspirasi dari GMNI, menurutnya hal ini bisa menjadi tolak kontrol kinerja pemerintah saat ini.

"Kami mengucapkan terimakasih pada teman teman mahasiswa, memang kontrol sosial itu mang harus dilakukan agar pemerintahan Trenggalek selalu selalu berpatokan pada visi misi," ungkapnya.

Lebih lanjut Ia juga mengakui sebagai aparatur pemerintah kabupaten Trenggalek dan wakil rakyat di kabupaten Trenggalek memang harus ada kontrol sosial.

"Kami menerima aduannya terkait pelayanan kesehatan di rumah sakit yang kurang maksimal, dan kita pun juga cocok jika harus dievaluasi," tuturnya.

Dengan adanya koreksi kurang maksimalnya pelayanan kesehatan, maka pelayanan di RSUD di Soedomo akan bisa lebih maksimal.

Doding mengakui permasalahan terkait masih banyak jalan rusak dan jembatan rusak yang di akibat karena bencana. Namun karena anggaran pemerintah kabupaten Trenggalek menyelesaikan secara bertahap.

"Dari visi misi pak Bupati yang paling menonjol itu infrastruktur sama pengangguran masih agak kurang, namun hal itu bukan tidak dimaksimalkan, memang kembali lagi anggaran kita memang sangat terbatas,"tutupnya,

Pewarta : Hardi Rangga/Adv

Berita Terkait