Semangat Anak Muda, Bertani di usia Muda cetak Omset Rp 20 Juta Perbulan

Minggu, 18/05/2025 - 19:30
Muzakki Lazuardy (kanan) dilahan di lahan Okazakki Farm miliknya Desa Karangnangka Kecamatan Mrebet Purbalingga, bersama dosen Fakultas Pertanian Unsoed Dr Ir Djeimy Kusnaman

Muzakki Lazuardy (kanan) dilahan di lahan Okazakki Farm miliknya Desa Karangnangka Kecamatan Mrebet Purbalingga, bersama dosen Fakultas Pertanian Unsoed Dr Ir Djeimy Kusnaman

Klikwarta.com - Ditengah kenyataan banyak anak muda zaman sekarang yang lebih memilih bekerja kantor dan mengejar karier digital ketimbang memilih berkerja jadi petani berbeda dengan Muzakki Lazuardy yang justru memilih jalan yang berbeda. Pemuda asal Desa Karangnangka, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah membuktikan bertani bisa menjadi jalan hidup yang menjanjikan asal bisa dikelola dengan baik.

Setelah lulus dari MAN Purbalingga,Muzakki melanjutkan kuliah di Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman. Bukannya mencari pekerjaan dikantor seperti anak muda yang lainnya, Musakki lebih memilih membangun usaha pertanian sendiri. Pada Tahun 2019 Musakki memiliki modal Rp 20 Juta dari hasil kerja sebelumnya, mendirikan Okazakki Farm dalam sebuah pertanian yang modern berbasis sistem hidroponik.

Berbeda dari pertanian lainnya yang menggunakan tanah, hidroponik adalah cara menanam tanaman dengan air dan nutrisi tanpa tanah. Menggunakan metode ini lebih efisien, hemat tempat dan cocok untuk lahan yang sempit. Kini, lahan hidroponik milik Muzakki telah berkembang dua kali lipat dari ukuran awal dan digunakan untuk menanam sayur-sayuran seperti selada, pakcoy, sawi serta buah melon.

Nama Okazakki Farm diambil dari "Edamame" yabg artinya kedelai Jepang yang dulu pernah dijual dan nama dirinya sendiri. Nama yang digunakan sebagai identitas usahanya yang kini semakin dikenal di wilayah Purbalingga dan Banyumas. Prodyk hasil tanamannya diparsarkan ke swalayan dan restoran yang menjadikannya salah satu petani muda yang sukses di daerahnya.

Dengan dibantu tiga karyawan tetap dan beberapa pekerja harian, Okazakki Farm mampu meraih omzet hingga Rp 20 Juta perbulan. Kesuksesan Muzakki menarik perhatian Kementerian Pertanian. Muzakki terpilih sebagai salah satu dari 26 anak muda yang dianugerahi gelar Young Ambassador Agriculture (YAA) tahun 2025 melalui Program Youth Entrepreneurship and Employment Support Services ( YESS). Gelar yang diberikan kepada anak anak muda yang duanggap mampu menjadi agen perubahaan disektor pertanian.

Prestasi bukan hanya kebanggaan pribadi tetapi juga menjadi pemicu semangat bagi Muzakki untuk terus berbagi ilmu dengan anak muda. Muzakki rutin mengedukasi untuk pelajar, masyarakat umum, dan petani lokal mengenai sistem hidroponik. Tak hanya itu, Muzakki juga bermitra dengan Pusat Inkubator Bisnis - LPPM Universitas Jenderal Soedirman untuk memperluas Jangkuan Okazakki Farm di desa-desa lainnya di Purbalingga. Tujuan melakukan ini bukan semata-mata bisnis tetapi membuka lapangan kerja bagi anak anak muda dan memperkuat jaringan pertanian lokal.

Muzakki ingin mengubah cara pandang generasi muda terhadap pertanian. Baginya, bertani bukan soal lumpur, kotor atau ketinggalan zaman. Dengan teknologi dan semangat belajar, pertanian bisa jadi usaha yang modern, menguntungkan dan membanggakan. Bagi Muzakki lahan sempit bisa menjadi sulap untuk ladang cuan dan inspirasi bagi anak muda di indonesia lainnya.

Dengan semangat juang, kisah Muzakki membuktikan kesuksesan tidak harus dimulai dari kota besar atau pekerjaan kantoran. Dari desa kecil di Purbalingga, bisa membangun usaha pertanian mandiri dan moderan yang menginspirasi banyak anak-anak muda. Lewat Okazakki Farm, Muzakki bukan hanya menanam sayuran tetapu juga menanam semangat dan harapan bagi generasi muda lainnya. Muzakki menunjukkan bahwa bertani keren, bisa menghasilkan uang dan punya masa depan yang cerah.

Penulis : Marlia Ayu Riyanti

Tags

Berita Terkait