Anggota DPRD Jawa Timur dr. Benjamin Kristianto saat menggelar kegiatan reses di Balai Desa Bogem Pinggir, Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo, Minggu (26/7/2026).
Klikwarta.com, Jatim - Anggota DPRD Jawa Timur dr. Benjamin Kristianto menggelar kegiatan reses di Balai Desa Bogem Pinggir, Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo, Minggu (26/7/2026). Dalam pertemuan itu, persoalan pengairan pertanian menjadi aspirasi utama yang disampaikan warga.
Benjamin mengatakan, sektor pertanian di wilayah tersebut masih sangat potensial. Namun kendala utama yang dihadapi petani adalah sulitnya mengakses air ke sawah.
"Pertanian, air pertanian ini masih luar biasa, masih banyak. Lalu saya lihat itu kendala mereka adalah pengairan ke sawah-sawah itu," ujar Benjamin.
Saat meninjau lokasi dengan sepeda motor, ia menemukan adanya sungai besar yang mengalir ke wilayah Gresik. Menurutnya, jarak sungai ke area persawahan sebenarnya tidak jauh.
"Jadi setelah nyeberang sana, jadi wilayah Gresik di sana, bisa dengan sebuah sungai. Ternyata hanya butuh suatu pompa untuk mengangkat air-air itu lalu masuk karena jalanan tinggi, sedangkan sungai di bawah," jelasnya.
Benjamin merinci, ketinggian dari permukaan sungai ke lahan pertanian sekitar 10 meter, dengan jarak horizontal kurang lebih 500 meter.
"Jadi perlu pompa untuk menaikkan kurang lebih, saya lihat sekitar 10 meter jaraknya dari tegak lurusnya. Kalau jaraknya dari sungai ke itu sekitar 500 meter. Jadi sebenarnya sederhana," katanya.
Ia menilai solusinya cukup sederhana, yakni dengan menyediakan pompa jenis jet pump atau pompa dorong dan pipa untuk mengalirkan air ke atas. Setelah itu, air bisa dialirkan melalui gorong-gorong yang sudah ada.
"Mereka hanya butuh pompa-pompa, semacam jet pump atau apa dorongan, lalu dikasih pipa, narik. Nah begitu dia sudah sampai ke atas, gorong-gorongnya sudah ada. Sudah siap. Untung tinggal airnya ke bawah, hanya butuh airnya itu. Ambil airnya saja," ujarnya.
Benjamin meminta Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Pertanian dan Dinas Pengairan untuk segera meninjau dan membantu warga Bogem Pinggir.
"Jadi tolong pemerintah Provinsi Jawa Timur, dinas pengairan sama dinas pertanian tolong memperhatikan warga-warga yang masih mengandalkan hidupnya dari pertanian. Mereka itu harus kita bantu, supaya mereka satu, buat memberikan nafkah pada mereka. Kedua, penghijauan terhadap desa itu tetap terjaga," katanya.
Ia menegaskan pentingnya mempertahankan lahan pertanian agar tidak tergeser oleh pembangunan perumahan.
"Jangan sekarang apa-apa dibangun-bangun perumahan-perumahan, akhirnya penghijauan hilang. Jadi ini tetap kita pertahankan penghijauannya, tapi juga kita berikan mereka peluang untuk mencari makan dari pertanian ini tersebut," tegasnya.
Benjamin mengaku akan menindaklanjuti hasil reses ini dengan membuat laporan resmi agar dinas terkait segera turun ke lapangan.
"Apakah butuh intervensi dari pemerintah Provinsi Jawa Timur, makanya kita harus mengandalkan itu. Tadi kami diskusi di dalam itu, saya bilang nanti kita coba dari reses ini membuat laporan agar dinas pertanian dan pengairan itu bisa datang ke sini," ucapnya.
Namun ia juga menekankan, jika tidak ada respon dari pemerintah, warga bersama DPRD siap melakukan swadaya.
"Kalau terpaksa sampai mereka tidak mau bergerak juga, tadi saya bilang, yuk kita sama-sama patungan, kita swadayalah, kita beliin pompa. Begitu artinya dengan kebersamaan," pungkasnya.
Pewarta: Supra








