Jokowi, Dipuji Internasional dan Dihujat di Negeri Sendiri

Jokowi
Jokowi

Oleh : Iskandar Hermansyah )*

Untuk kedua kalinya Joko Widodo berhasil menduduki jabatan kepresidenan setelah bertarung melawan penantangnya Prabowo Subianto. Setelah melewati proses persidangan di MK yang diajukan oleh tim hukum Prabowo-Sandiaga, kemenangan Jokowi tidaklah bergeser.

Meski kubu Prabowo sudah merasa legowo dengan memberikan anjuran kepada para pendukungnya untuk tidak datang di MK ketika hakim membacakan putusan, beberapa pendukung fanatiknya justru tampak tidak menerimanya dengan berbagai narasi kecurangan yang sebenarnya sudah usang, karena berbagai alat bukti yang dibahas di MK tidak ada satupun yang bisa membuat hakim menerima gugatan dari Tim Hukum Prabowo-Sandiaga.

Namun, terpilihnya Jokowi dan Ma’ruf Amin sebagai Presiden dan Wakil Presiden Indonesia periode 2019-2024, ternyata juga mendapatkan perhatian dari dunia yang juga turut menyorot kemenangan mantan walikota Surakarta tersebut.

Seperti yang diulas oleh New York Times, dimana media tersebut mengulas tentang bagaimana terpilihnya kembali Jokowi yang dianggap membawa pengaruh bagi global. Dalam pidatonya Jokowi tidak menggunakan retorika populer melainkan membahas statistik tentang infrastruktur. Media tersebut juga menilai bahwa kemenangan Jokowi dalam Pilpres yang diselenggarakan pada 17 April 2019 merupakan penyeimbang kuat di tengah pelemahan demokrasi ataupun politik yang mendominasi.

Selain itu, Mantan Lulusan UGM tersebut juga memikirkan mengenai pembangunan infrastruktur demi menggenjot perekonomian negara. 

Pembangunan infrastruktur era Jokowi telah membuktikan, bahwa harga BBM di Wamena saat ini tidak lagi jauh berbeda dengan harga BBM di Pulau Jawa.

“Saya Presiden bagi seluruh rakyat Indonesia dan demokrasi melindungi pluralisme. Pemerintahan saya adalah tentang harmoni dan menentang ekstremisme,” tutur Jokowi.

Selain The New York Times, Nama Jokowi juga disebut melalui media Arrajol yang mengulas kepribadian Jokowi yang terpilih kembali menjadi Presiden lantara dirinya dianggap sebagai pemimpin yang rendah hati, sederhana, dan bersih.

Media tersebut mengulas berbagai sisi kehidupan Jokowi  dimulai dari sekolahnya di SD Tirtoyoso, kemudian mendirikan perusahaan di mana pada satu titik dirinya hampir pailit. Selain itu Jokowi juga diberitakan sebagai sosok pemimpin yang luar biasa efektif dalam mengurangi kejahatan.

Selama menjadi Walikota Solo, dirinya mampu menarik wisatawan asing ke Solo, dan biasa melakukan inspeksi mendadak ke perkampungan miskin. Media tersebut juga mengulas tentang keputusan Jokowi untuk tidak menerima gaji dari jabatannya.

“Dia dipilih oleh majalah Arrajol untuk menghiasi cover majalah sekaligus menyoroti perjalanan hidupnya yang menonjol, baik kehidupan pribadi maupun umum,” tutur redaksi Arrajol.

Media dari Arab tersebut juga memberitakan bahwa Jokowi merupakan sosok yang datang dari perkampungan kaum miskin, dari gubuk-gubuk yang sering terendam air, dan yang setiap hari tercipta mukjizat untuk dapat bertahan hidup.

Selain kedua media tersebut, media dari negeri matahari terbit juga turut menjadikan popularitas Jokowi sebagai bahan liputannya. The Japan Times memberitakan bahwa melonjaknya popularitas Jokowi disebut-sebut karena sering berkunjung ke tengah-tengah masyarakat lokal, terutama di area yang miskin.

Mantan Gubernur Jakarta tersebut juga disebut sebagai pemimpin yang berkenan mendengarkan keluhan masyarakat mengenai banjir dan transportasi. Kemudian kebiasaan blusukan tersebut terus berlanjut setelah Jokowi terpilih menjadi Presiden.

Hal lain yang disorot adalah keberhasilan dan kesuksesan penyelenggaraan Asian Games, Sehingga kesuksesan tersebut juga dianggap mampu melecutkan semangat negara lain yang akan menjadi tuan rumah Asian Games selanjutnya.

Menko Polhukam Wiranto pernah mengatakan bahwa pemerintah dibawah naungan Jokowi tengah membangun basis ekonomi nasional dalam merealisasikan visi masyarakat yang adil dan makmur.

Ia juga mengatakan bahwa pemerintah tidak menutup mata dengan adanya kesenjangan sosial antara kaya dan miskin. Oleh karena itu pemerintah terus berupaya untuk mengimplementasikan visi misi Presiden Jokowi yang ada dalam Nawacita melalui beberapa konsep pembangunan.

Oleh karena itu, tak jarang Presiden Jokowi mendapatkan apresiasi dari dunia internasional karena kiprah politiknya.

Wiranto juga mengaku heran dengan banyaknya pandangan negatif masyarakat Indonesia terhadap pemerintah. Padahal Jokowi itu dipuji dunia internasional, namun di dalam negeri masih saja ada yang menghujat dan memfitnahnya.

)* Penulis adalah pengamat hubungan internasional

Related News