Menteri PU Dody Hanggodo Mendukung Pembangunan Museum dan Monumen Bahasa Nasional Pulau Penyengat

Senin, 31/08/2026 - 23:38
Menteri Doddy saat mendengar paparan dari Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan Provinsi Kepri, Rodi Yantari di Pulau Penyengat, Sabtu (29/8/2026).

Menteri Doddy saat mendengar paparan dari Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan Provinsi Kepri, Rodi Yantari di Pulau Penyengat, Sabtu (29/8/2026).

Klikwarta.com, KEPRI - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Republik Indonesia, Dody Hanggodo, dalam kunjungan kerjanya ke Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau menyatakan antusiasme serta dukungan terkait pembanguan Museum dan Monumen Tugu Bahasa Nasional Pulau Penyengat.

Dukungan tersebut disampaikan Menteri Doddy setelah mendengar paparan dari Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan Provinsi Kepri, Rodi Yantari di Pulau Penyengat, Sabtu (29/8/2026). Paparan berlangsung di depan maket Monumen dan Museum Tugu Bahasa Nasional yang ditempatkan di dalam Balai Adat.

"Beliau (Menteri PU) mau membantu dan men-support sejumlah infrastruktur pendukung. Di antaranya renovasi Balai Adat, pelabuhan dan pelataran yang ada di depan Balai Adat," ungkap Rodi, Minggu (30/8/2026).

Menteri Dody juga menyatakan antusias terhadap langkah Pemprov Kepulauan Riau yang telah menganggarkan dana sebesar Rp100 miliar untuk pembanguan Museum dan Monumen Bahasa Nasional Pulau Penyengat dan telah terkontrak.

"Beliau sangat antusias dan mendukung penuh," timpal Rodi.

Sebagaimana diketahui, pembangunan Museum dan Monumen Bahasa Nasional yang pembangunannya akan dilaksanakan tahun 2026 ini.

Rodi Yantari menambahkan, penatan, termasuk pembanguan Museum dan Monumen Bahasa Nasional merupakan upaya Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau untuk mengukuhkan Pulau Penyengat sebagai pusat sejarah dan kebudayaan Melayu, serta kawasan pariwisata yang komprehensif.

"Dan yang terpenting adalah, melalui Museum dan Monumen Bahasa ini kita menunjukkan bahwa di sinilah, di Pulau Penyengat adalah tempat lahirnya Bahasa Indonesia yang bukan hanya menjadi kebanggaan Kepulauan Riau, tetapi kebanggaan nasional," ujar Rodi.

Terlaksananya pembangunan Museum dan Monumen Bahasa Nasional Pulau Penyengat ditegaskan Rodi tidak terlepas dari komitmen, kerjasama dan kolaborasi antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dan Pemerintah Kota Tanjungpinang.

Perhatian Kementrian PU untuk Pulau Penyengat

Menteri Dody Hanggodo memberikan perhatian terhadap pengembangan Pulau Penyengat sebagai kawasan wisata bersejarah dan pusat peradaban Melayu di Kota Tanjungpinang. Dalam beberapa tahun terakhir Kementerian PU telah melaksanakan berbagai penataan dan peningkatan kualitas pemukiman kumuh di Pulau Penyengat.

Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan pihaknya akan berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan untuk mendiskusikan terkait perbaikan pelantar di Pulau Penyengat.

"Kementerian PU akan menghitung total kebutuhan anggaran untuk penataan lanjutan Pulau Penyengat," ungkap Menteri Dody yang mendukung Pulau Penyengat dijadikan sebagai pusat pengembangan budaya nasional dan pariwisata.

Tahun 2026 ini, Kementrian PU RI meminta Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dan Pemko Tanjungpinang segera berdiskusi bersama balai Kementrian PU di daerah untuk membahas kesiapan readines ctriteria. Salah satunya adalah dokumen perencanaan dan dokumen administrasi lainnya, sehingga diharapkan sudah dapat dilaksanakan secara bertahap melalui APBN pada tahun 2027.

Dalam kunjungan kerjanya, selain di Pulau Penyengat, Menteri PU Dody juga berkesempatan meninjau kondisi dermaga Pelantar Kuning yang menghubungkan Kota Tanjungpinang dan Pulau Penyengat, lahan rencana pembanguan RSUD di Dompak, progres pekerjaan Waduk Jalan Srikaton, dan GOR yang merupakan usulan strategis Pemerintah Kota Tanjungpinang.

Menteri juga berkesempatan meninjau lokasi pembangunan Sekolah Rakyat di Madong yang rencananya akan dirampungkan Juni 2027. (*)

Berita Terkait