Unit Tipidkor Polres Bitung Pekan Ini Jadwalkan Pemeriksaan Terhadap Dirtek PD Bangun Terkait dengan Docking Spesial KMP Tude

Selasa, 02/05/2023 - 20:56
Kanit Tipidkor Polres Bitung Ipda Hevry Samson, SH

Kanit Tipidkor Polres Bitung Ipda Hevry Samson, SH

Bitung, Kliwarta.com - Terkait dengan kelanjutan pemeriksaan dugaan skandal kasus docking spesial kapal KMP Tude tahun 2021, Penyidik Unit Tipidkor Polres Bitung Minggu ini akan melakukan pemanggilan terhadap direktur teknik PD Bangun Bitung, Yohan Mangempis untuk dilakukan pemeriksaan.

Hal tersebut di utarakan oleh Kanit Tipidkor Polres Bitung, Ipda Hevry Samson, SH kepada awak media Senin, (1/5/23).

Namun, Kanit mengatakan sebelum sebelum memeriksa Dirtek PD Bangun Bitung pihaknya terlebih dahulu akan memeriksa pihak lainnya yang juga termaksud dalam perkara ini.

"Jadi yang akan di periksa pekan berjalan ini adalah pihak Dok Kelapa Dua Permai,staf keuangan PD Bangun Bitung dan kemudian Direktur Teknik," ungkapnya.

Agenda pemeriksaan yang telah di jadwalkan penyidik ini mendapat apresiasi oleh ketua Aliansi Masyarakat Anti Korupsi (AMAK) Sulut, dr. Sunny Rumawung.

"Ini patut diapresiasi karena penanganan kasus ini terus berjalan, Kami menyarankan kepada pihak-pihak yang akan di periksa pekan berjalan ini agar jangan coba-coba menutupi, sampaikan apa yang sebenarnya terjadi dalam proses docking spesial Kapal KMP Tude tahun 2021 tersebut," sarannya.

Lanjut, dr. Sunny Rumawung mengatakan bahwa pihaknya mendapat informasi jika ada sejumlah pihak yang disinyalir tengah coba-coba mengakali laporan PD Bangun Bitung agar terlihat benar. 

"Skenario kasus Sambo saja, toh pada akhirnya terkuak. Jadi lebih baik jangan coba-coba Karena penyidik paham betul apa materi yang di tangani, apalagi susah di dukung dengan bukti-bukti yang kuat,"ujarnya.

Selain itu, AMAK juga menyarankan, seharusnya kuasa pemilik modal (KPM) menonaktifkan dulu seluruh direksi PD Bangun Bitung,agar pemeriksaan kasus ini menjadi lancar dan tidak ada upaya lagi untuk mencoba-coba menutupi.

"Dengan masih adanya aktivitas para direksi sampai saat ini, menunjukkan ada sesuatu yang mencurigakan terhadap perusahaan pelat merah tersebut," tambahnya.

Pewarta : Laode

Berita Terkait