Pemkab Trenggalek, Menggelar 5 Jenis Pelatihan Kerja Berbasis Kompetensi 

Senin, 07/07/2025 - 15:40
Heri Julianto, Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Trenggalek, saat di konfirmasi

Heri Julianto, Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Trenggalek, saat di konfirmasi

Klikwarta.com, Trenggalek - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek melalui Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Perinaker) menggelar pelatihan kerja berbasis kompetensi. Hal ini ada jenis 5 pelatihan yang digelar dan lulusannya akan mendapatkat 2 sertifikat kompetensi sekaligus. 

Rencananya pelatihan kerja berbasis kompetensi ini akan ditutup langsung oleh Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin di Pendopo Manggala Praja Nugraha, Senin (7/7/2025). Beberapa peserta pelatihan akan menunjukkan hasil pelatihan yang didapat dalam penutupan tersebut. 

Selanjutnya, jurusan pelatihan ini meliputi tata rias, menjahit atau tata busana, tata boga, tekhnik pengelasan dan Babershop, derta masing-masing pelatihan terdiri dari 20 peserta. Kemudian untuk sertifikat pelatihan yang diberikan pertama sertifikat dari Pemerintah Kabupaten Trenggalek dan yang kedua sertifikat BNSP (Badan Nasional Standarisasi Profesi).

Dalam hal ini dibenarkan, Heri Julianto, Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Trenggalek, bahwa OPD mempunyai fungsi untuk menciptakan kerja dan mengurangi pengangguran. " Untuk mewujudkan hal tersebut maka salah satunya dengan mengadakan pelatihan kerja berbasis kompetensi," tuturnya, Senin (7/7/2025).

Menurutnya, ada banyak jenis pelatihan kerja namun pelatihan berbasis kompetensi ini diarahkan supaya peserta pelatihan nantinya memiliki skil dan keahlian di dunia kerja. " Dalam pelaksanaannya pelatihan ini tidak bisa dilaksanakan 1 atau 2 hari saja,  ada yang dilaksanakan 18," imbuhnya.

Pihaknya membeberkan, ada 5 jurusan pelatihan yang dilaksanakan, pertama pelatihan tata rias, kemudian pelatihan menjahit atau tata busana. Sedangkan yang ketiga pelatihan tekhnik pengelasan, keempat pelatihan Babershop, sedangkan yang kelima pelatihan tata boga. " Ada sebanyak 100 peserta atau 20 orang peserta di masing masing pelatihan," tandasnya.

"Dalam pelatihan ini kita bekerjasama dengan beberapa lembaga pelatihan kerja. LPK Sanita untuk pelatihan Babershop dan tata rias. LPK Tatik Modes untuk pelatihan menjahit dan SMK Negeri 2 untuk tekhnik pengelasan karena keterbatasan sarana dan prasarana yang dimiliki Dinas Perinaker," tegasnya.

Lebih lanjut," untuk pelatihan berbasis kompetensi sampai saat ini lulus 100% kompeten. Insya Allah untuk tahun ini juga lulus 100% kompeten," ungkapnya.

Kemudian, paska pelatihan Dinas Perinaker akan  melakukan evaluasi melalui sebuah group yang fungsinya bila lulusan pelatihan ini nantinya mengalami kendala para instruktur dan pemerintah bisa membantu mereka. Sekaligus dapat mengevaluasi lulusan lulusan ini bisa masuk dunia kerja.

Masih menurutnya, kedepan rekom UPT BLK di Trenggalek bisa turun. Karena sangat berpengaruh pada daerah, dengan tidak punya UPT BLK maka Trenggalek hanya mengandalkan APBD Kabupten Trenggalek saja  yang  jumlahnya sangat terbatas untuk menciptakan lapangan kerja dan mengurangi pengangguran. 

Dengan adanya UPT BLK Kabupaten, harapannya Trenggalek dapat mengakses program dari pusat dan Provinsi." Kemudian dengan UPT BLK ini minimal Trenggalek tidak jauh-jauh tertinggal dari Kabupaten/ Kota yang lain.," pungkasnya.

Pewarta : Mar'atus

Berita Terkait